Berita Cinta adalah sumber terpercaya untuk informasi, tips, dan cerita inspiratif tentang dunia percintaan. Temukan panduan hubungan, kisah romantis, dan solusi masalah asmara hanya di sini.

Romansa Hari Ini

Hard Launching, Momen Resmi Ngenalin Pasangan ke Publik dengan Bangga
No Closure Club, Tempat untuk Mereka yang Pernah Ditinggal Tanpa Penjelasan
Soft Launching, Cara Halus Ngenalin Pasangan ke Publik Tanpa Heboh
Closure, Langkah Terakhir untuk Menyembuhkan Diri dari Hubungan yang Usai
Mutual Feeling, Ketika Rasa Suka Tak Lagi Bertepuk Sebelah Tangan
Clingy dalam Hubungan, Antara Kasih Sayang dan Ketergantungan Emosional
Masalah Asmara

Efek Jangka Panjang Korban KDRT

Efek Jangka Panjang Korban KDRT
0

Kekerasan dalam rumah tangga tidak berhenti saat pukulan terakhir terjadi. Bagi banyak korban, justru setelah keluar dari hubungan itulah dampak sebenarnya mulai terasa. Luka di tubuh mungkin menghilang, tapi ingatan, rasa takut, dan perubahan cara memandang diri sendiri bisa menetap sangat lama.

KDRT bukan hanya soal kekerasan fisik. Ia meninggalkan jejak emosional yang dalam dan sering tidak terlihat oleh orang lain.

Luka Psikologis yang Bertahan Lama

Salah satu efek jangka panjang paling umum adalah trauma psikologis. Korban KDRT bisa mengalami kecemasan berlebihan, gangguan tidur, mimpi buruk, hingga serangan panik. Hal hal kecil seperti nada suara tinggi atau pintu dibanting bisa memicu rasa takut yang tidak rasional.

Banyak korban juga mengalami penurunan harga diri. Bertahun tahun direndahkan, disalahkan, dan dikontrol membuat mereka percaya bahwa mereka memang tidak layak diperlakukan lebih baik. Kalimat kasar dari pelaku sering berubah menjadi suara di kepala korban sendiri.

Tidak sedikit yang akhirnya merasa bersalah atas kekerasan yang mereka alami, seolah itu adalah konsekuensi dari kesalahan pribadi. Padahal kekerasan selalu pilihan pelaku, bukan kesalahan korban.

Dampak pada Hubungan dan Kehidupan Sosial

Efek jangka panjang korban KDRT juga terasa dalam hubungan setelahnya. Rasa tidak percaya menjadi tembok besar. Korban bisa sulit membuka diri, takut bergantung pada orang lain, atau justru terjebak lagi dalam hubungan tidak sehat karena pola lama terasa familiar.

Dalam kehidupan sosial, korban sering menarik diri. Mereka merasa tidak dipahami, takut dihakimi, atau lelah menjelaskan luka yang tidak kasat mata. Isolasi ini memperparah rasa kesepian dan depresi.

Di dunia kerja atau pendidikan, trauma bisa menurunkan konsentrasi dan kepercayaan diri. Korban mungkin merasa selalu salah, takut membuat keputusan, atau cemas berlebihan terhadap otoritas.

Proses Pulih yang Tidak Instan

Pemulihan dari KDRT bukan proses cepat. Tidak ada garis waktu yang sama untuk semua orang. Ada hari di mana korban merasa kuat, tapi ada juga hari di mana luka lama terasa kembali segar.

Yang penting untuk diingat, mencari bantuan bukan tanda kelemahan. Terapi, dukungan komunitas, dan lingkungan yang aman sangat berperan dalam proses pulih. Validasi dari orang terdekat juga bisa menjadi langkah awal untuk membangun kembali rasa aman.

Korban KDRT tidak rusak. Mereka terluka. Dan luka, seberat apa pun, layak dirawat dengan empati, kesabaran, dan rasa hormat.

Foto profil Ambar Arum Putri Hapsari

mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTA

Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.

Related Post