Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
0
Kisah ini merupakan cerita nyata tentang perasaan yang tumbuh perlahan tanpa pernah direncanakan. Berawal dari ketertarikan sederhana kepada seorang laki-laki yang dulu hanya kulihat dari kejauhan, hingga akhirnya dia menjadi seseorang yang paling menyayangiku. Kadang, cinta datang bukan karena kita mencarinya, melainkan karena dua orang yang sama-sama diam akhirnya menemukan keberanian untuk saling mendekat.
Saat kelas 1 semester akhir di SMK, aku sering melihat anak-anak kelas 3 yang sedang sibuk mempersiapkan acara perpisahan. Di antara kesibukan itu, ada seorang laki-laki yang berhasil menarik perhatianku. Kalau disebut jatuh cinta mungkin belum, tetapi aku mengakui bahwa aku tertarik kepadanya. Meski begitu, aku sama sekali tidak berniat mencari tahu tentang dirinya. Aku tidak mencoba mengajaknya berkenalan, bahkan tidak terpikir untuk mencari akun media sosialnya. Perasaan itu hanya lewat begitu saja dan kembali terlupakan oleh kesibukan sekolah.
Rasa Penasaran yang Kembali
Ketika akhirnya aku duduk di kelas 3 SMK, aku tidak sengaja kembali melihatnya di suatu tempat bersama teman-temannya. Kebetulan, salah satu orang yang bersamanya juga merupakan temanku.
Pertemuan singkat itu ternyata membuat rasa yang dulu pernah muncul kembali. Kali ini, rasa penasaran juga ikut tumbuh. Sepulang dari tempat tersebut, aku langsung menghubungi temanku dan mulai menanyakan berbagai hal tentang dirinya. Username media sosialnya apa, rumahnya di mana, masih single atau sudah punya pasangan, sampai berbagai pertanyaan random yang tiba-tiba memenuhi pikiranku. Aku sendiri sampai heran mengapa tiba-tiba ingin mengetahui begitu banyak tentang seseorang yang sebelumnya hanya kulihat sekilas.
Tidak lama kemudian, kami saling mengikuti di media sosial. Namun, tidak ada percakapan di antara kami. Kami hanya menjadi penonton story satu sama lain dan sesekali memberikan like. Dari situ, aku berpikir mungkin memang tidak akan ada sesuatu yang lebih serius di antara kami.
Ternyata aku salah. Diam-diam, dia juga sudah memperhatikanku sejak lama. Saat masih sekolah, dia sering mengamatiku dari kejauhan dan beberapa kali mengunjungi profil media sosialku hanya untuk mengetahui kabar serta kegiatanku. Lucunya, ternyata kami sama-sama saling memperhatikan tanpa pernah menyadarinya.
Satu Pesan yang Mengubah Segalanya
Sampai suatu pagi, ketika baru membuka mata dan mengambil ponsel, aku terkejut melihat sebuah notifikasi darinya. Dia menyapaku dengan hangat. Pesan sederhana itu berhasil membuat pagiku terasa berbeda. Bahkan sebelum sarapan, rasanya energiku sudah terisi.
Sejak hari itu, komunikasi kami mulai terjalin. Perlahan, dia menjadi salah satu alasan yang membuatku bersemangat menjalani hari-hari yang padat. Kami saling mengenal tanpa tuntutan untuk menjadi sempurna. Kami belajar menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tidak ada keharusan untuk menjadi seperti orang lain. Kami cukup menjadi diri sendiri dan menikmati setiap proses yang berjalan.
Sampai akhirnya aku menyadari bahwa seseorang yang dulu kupikir mustahil untuk kugapai justru menjadi orang yang paling menyayangiku. Ternyata, cinta memang bisa berawal dari sebuah tatapan sederhana, lalu tumbuh menjadi cerita yang tidak pernah kita rencanakan.