Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Pernah dekat banget sama seseorang, tapi begitu hubungan mulai serius, dia mendadak berubah? Atau justru kamu sendiri yang tiba-tiba merasa sesak saat pasangan mulai bicara soal masa depan? Bisa jadi itu yang disebut commitment issues.
Commitment issues adalah kondisi ketika seseorang merasa takut atau tidak nyaman dengan komitmen jangka panjang dalam hubungan. Bukan berarti tidak bisa cinta, tapi ada ketakutan besar saat hubungan mulai terasa permanen.
Secara psikologis, commitment issues sering dikaitkan dengan ketakutan akan kehilangan kebebasan, trauma masa lalu, atau pola keterikatan yang tidak aman. Dalam teori attachment, ini sering berhubungan dengan gaya avoidant attachment, yaitu kecenderungan menjauh ketika hubungan menjadi terlalu intim.
Orang dengan commitment issues biasanya tetap bisa dekat, perhatian, bahkan romantis. Tapi saat pembicaraan mulai ke arah serius seperti eksklusif, lamaran, atau rencana jangka panjang, mereka cenderung menghindar.
Beberapa ciri yang sering muncul
Menariknya, sebagian orang dengan commitment issues sebenarnya ingin hubungan stabil. Tapi ketakutan dalam diri lebih besar daripada keinginannya.
Kenapa Bisa Terjadi?
Bisa, tapi perlu kesadaran. Commitment issues bukan vonis seumur hidup. Dengan refleksi diri, komunikasi jujur, dan jika perlu, bantuan profesional, pola ini bisa diperbaiki.
Kalau kamu yang berhadapan dengan pasangan seperti ini, penting untuk tidak memaksa. Komitmen yang lahir dari tekanan biasanya tidak bertahan lama.
Pada akhirnya, komitmen bukan tentang kehilangan kebebasan. Tapi tentang memilih seseorang dengan sadar, tanpa merasa terjebak.