Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
aku sering melihat cerita yang sama berulang. Cowo yang pulang dengan kepala penuh target, tanggung jawab, dan tekanan, lalu disambut dengan tuduhan kurang perhatian. Bukan karena dia tidak sayang, tapi karena waktunya habis dipakai bertahan hidup. Sayangnya, hal ini jarang dipahami.
Banyak cewe merasa diabaikan saat pesan dibalas singkat, telepon jarang, atau jadwal ketemu terus tertunda. Dari luar, ini terlihat seperti kurang usaha. Tapi dari sisi cowo, ini sering kali bukan soal pilihan, melainkan keadaan.
Sebagian besar cowo tumbuh dengan tuntutan untuk kuat dan bertanggung jawab. Saat bekerja, fokus mereka bukan cuma hari ini, tapi juga besok dan lusa. Ada beban soal karier, finansial, dan ekspektasi menjadi sosok yang bisa diandalkan. Semua itu menyita energi, bahkan sebelum hari benar-benar dimulai.
Ketika cewe ngambek atau menuntut perhatian berlebih, cowo sering kali bingung harus bagaimana. Bukan karena tidak peduli, tapi karena kelelahan sudah lebih dulu menguasai. Di titik ini, cowo kerap memilih diam, yang sayangnya sering disalahartikan sebagai tidak peduli.
Yang jarang terlihat, banyak cowo merasa bersalah diam-diam. Mereka tahu pasangannya butuh hadir, tapi juga tahu pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Dilema ini membuat cowo terjebak antara cinta dan tanggung jawab.
Masalah muncul saat komunikasi berubah jadi tuduhan. Cewe merasa tidak diprioritaskan, sementara cowo merasa usahanya tidak dihargai, ini bukan soal siapa yang salah, tapi soal dua kebutuhan yang belum saling dipahami.
Cowo butuh dimengerti bahwa bekerja bukan pelarian dari hubungan, tapi bentuk usaha untuk masa depan. Cewe butuh diyakinkan bahwa sibuk bukan berarti kehilangan rasa. Jika dua hal ini tidak bertemu, yang muncul hanyalah konflik berulang.
Pesan dari persoalan ini adalah saling memahami dalam hubungan. Perhatian tidak selalu berbentuk waktu panjang, dan cinta tidak selalu hadir lewat chat tanpa jeda. Kadang, memahami keadaan pasangan adalah bentuk perhatian paling dewasa.
Hubungan yang sehat bukan tentang siapa paling sibuk atau siapa paling menuntut, tapi tentang mencari titik tengah. Saat cewe belajar memahami lelahnya cowo, dan cowo belajar menenangkan tanpa merasa terpaksa, hubungan tidak lagi jadi arena saling menyalahkan.
Karena pada akhirnya, cinta bukan soal siapa yang paling banyak memberi waktu, tapi siapa yang paling mau mengerti keadaan.