Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Kadang yang bikin deg-degan itu bukan cuma rasa suka, tapi rasa takut yang ikut numpang. Takut jatuh cinta atau bahkan takut dicintai adalah hal yang nyata dan cukup sering terjadi. Ironisnya, banyak orang bilang pengin punya pasangan, tapi ketika ada yang benar-benar serius datang, malah mundur perlahan.
Jatuh cinta itu identik dengan membuka diri. Kita jadi lebih jujur, lebih rentan, dan lebih mudah terluka. Buat sebagian orang, pengalaman masa lalu seperti dikhianati, ditinggal tanpa penjelasan, atau hubungan toxic bikin otak otomatis pasang alarm.
Trauma kecil yang tidak selesai bisa berubah menjadi mekanisme perlindungan. Akhirnya, setiap ada orang baik mendekat, yang muncul bukan bahagia, tapi curiga. Takut disakiti lagi, takut berharap terlalu tinggi, takut gagal lagi.
Ada juga yang takut kehilangan kendali. Saat jatuh cinta, kita tidak bisa sepenuhnya mengatur perasaan. Itu bikin sebagian orang merasa tidak aman.
Aneh, tapi ada. Takut dicintai sering muncul karena merasa tidak pantas. Ada suara kecil dalam diri yang bilang, “Aku tuh gak sebaik itu buat dicintai.” Akhirnya, ketika pasangan memberi perhatian tulus, yang muncul justru rasa tidak nyaman.
Bisa juga karena belum selesai dengan diri sendiri. Saat seseorang belum berdamai dengan luka atau kekurangannya, menerima cinta dari orang lain terasa seperti tekanan. Seolah harus selalu tampil sempurna agar layak dipertahankan.
Beberapa cirinya cukup jelas
Kalau relate, mungkin ini bukan soal tidak ingin cinta. Tapi takut konsekuensinya.
Pertama, akui dulu rasa takutnya. Itu bukan hal memalukan. Kedua, kenali sumbernya. Apakah karena trauma, pengalaman buruk, atau rasa tidak percaya diri?
Belajar pelan-pelan membuka diri tanpa memaksa. Cinta sehat bukan soal buru-buru, tapi soal kesiapan. Kalau perlu, ngobrol dengan orang terpercaya atau profesional supaya pola lama tidak terus terulang.
Pada akhirnya, cinta bukan musuh. Yang sering jadi masalah adalah luka yang belum selesai.