Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Topik ini selalu panas.
Begitu kata selingkuh muncul, debat langsung dibuka.
Cowok katanya lebih doyan main belakang.
Cewek katanya kalau selingkuh lebih niat dan rapi.
Tapi sebenarnya, siapa yang lebih nekat?
Jawabannya mungkin tidak sesederhana itu.
Secara umum, berbagai survei menunjukkan pria sedikit lebih sering mengaku pernah selingkuh dibandingkan dengan wanita. Misalnya, dalam beberapa riset relasi yang dirangkum oleh American Psychological Association, pria cenderung lebih tinggi dalam kasus perselingkuhan fisik.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jaraknya makin tipis. Wanita juga semakin terbuka soal ketidakpuasan dalam hubungan dan peluang untuk menjalin koneksi emosional di luar pasangan.
Artinya apa
Bukan cuma cowok yang bisa nekat. Cewek juga bisa.
Banyak studi menunjukkan bahwa pria lebih sering terdorong oleh faktor fisik dan kesempatan. Sedangkan wanita cenderung selingkuh karena faktor emosional seperti merasa tidak dihargai, kurang diperhatikan, atau kehilangan koneksi batin.
Tapi ini bukan rumus mutlak.
Ada cowok yang selingkuh karena merasa tidak dicintai.
Ada cewek yang selingkuh murni karena bosan.
Intinya, motifnya kompleks dan sangat personal.
Kalau bicara nekat, sebenarnya bukan soal gender. Tapi soal karakter, kontrol diri, dan nilai yang dipegang.
Ada orang yang mudah tergoda karena validasi.
Ada yang butuh drama.
Ada yang tidak tahan kesepian.
Faktor lingkungan juga berpengaruh. Budaya kerja, circle pertemanan, bahkan kemudahan akses lewat media sosial bikin peluang makin terbuka.
Teknologi bikin selingkuh tidak selalu dimulai dari fisik. Kadang dari chat yang awalnya “cuma teman”. Lalu jadi nyaman. Lalu jadi rahasia.
Yang perlu digarisbawahi, selingkuh bukan kecelakaan. Itu keputusan.
Mau cowok atau cewek, ketika seseorang memilih untuk melanggar komitmen, itu soal tanggung jawab pribadi.
Daripada sibuk tanya siapa lebih nekat, mungkin pertanyaannya harus digeser jadi
Kenapa seseorang merasa perlu mencari orang lain saat sudah punya pasangan?
Pada akhirnya, yang bikin hubungan hancur bukan jenis kelaminnya. Tapi kejujuran yang hilang.
Dan yang lebih menyakitkan bukan hanya diselingkuhi.
Tapi tahu bahwa kamu kalah bukan karena kurang baik, melainkan karena dia memilih untuk tidak setia.