
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Quiet Quitting Relationship adalah kondisi dalam hubungan ketika seseorang mulai menarik diri secara perlahan tanpa benar benar mengakhiri hubungan tersebut. Fenomena ini merupakan sikap pasif yang sering tidak disadari oleh kedua belah pihak karena tidak ada konflik besar atau pernyataan putus yang jelas. Hubungan tetap berjalan secara status, namun secara emosional terasa semakin jauh dan hampa.
Istilah quiet quitting relationship menggambarkan perilaku menjauh yang dilakukan secara halus. Seseorang masih membalas pesan, masih bertemu sesekali, tetapi tidak lagi menunjukkan usaha emosional seperti sebelumnya. Perhatian berkurang, komunikasi menjadi seperlunya, dan kedekatan perlahan menghilang. Hubungan terasa bertahan hanya karena kebiasaan, bukan lagi karena keterikatan perasaan yang kuat.
Quiet quitting relationship sering muncul akibat kelelahan emosional yang menumpuk. Perasaan tidak dihargai, komunikasi yang tidak sehat, atau konflik yang tidak pernah diselesaikan dapat menjadi pemicunya. Alih alih membicarakan masalah secara terbuka, seseorang memilih diam dan mengurangi keterlibatan emosional sebagai bentuk perlindungan diri. Ketakutan akan konflik atau kehilangan juga membuat seseorang memilih jalan menjauh secara perlahan.
Hubungan yang mengalami quiet quitting biasanya ditandai dengan minimnya inisiatif. Salah satu pihak jarang memulai obrolan, enggan membicarakan masa depan, dan tidak lagi antusias dalam merencanakan waktu bersama. Respons menjadi singkat dan datar. Kehadiran fisik masih ada, tetapi kehadiran emosional terasa kosong dan dingin.
Jika dibiarkan, quiet quitting relationship dapat menimbulkan kebingungan dan luka emosional. Pasangan yang merasakan perubahan ini sering merasa tidak cukup baik atau disalahkan tanpa alasan yang jelas. Ketidakjelasan status emosional dapat memicu overthinking dan menurunkan rasa percaya diri. Hubungan yang menggantung juga membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama.
Berbeda dengan putus hubungan yang jelas dan tegas, quiet quitting relationship berjalan tanpa kepastian. Tidak ada penutupan emosional yang sehat, sehingga perasaan cenderung tertahan. Inilah yang membuat kondisi ini terasa lebih menyakitkan dibanding perpisahan yang jujur dan terbuka.
Langkah paling sehat dalam menghadapi quiet quitting relationship adalah komunikasi jujur. Mengungkapkan perasaan dan menanyakan arah hubungan dapat membantu memperjelas situasi. Kejelasan, meskipun menyakitkan, tetap lebih baik daripada bertahan dalam hubungan yang kosong dan melelahkan secara emosional.