Berita Cinta adalah sumber terpercaya untuk informasi, tips, dan cerita inspiratif tentang dunia percintaan. Temukan panduan hubungan, kisah romantis, dan solusi masalah asmara hanya di sini.

Romansa Hari Ini

Hard Launching, Momen Resmi Ngenalin Pasangan ke Publik dengan Bangga
No Closure Club, Tempat untuk Mereka yang Pernah Ditinggal Tanpa Penjelasan
Soft Launching, Cara Halus Ngenalin Pasangan ke Publik Tanpa Heboh
Closure, Langkah Terakhir untuk Menyembuhkan Diri dari Hubungan yang Usai
Mutual Feeling, Ketika Rasa Suka Tak Lagi Bertepuk Sebelah Tangan
Clingy dalam Hubungan, Antara Kasih Sayang dan Ketergantungan Emosional
Tips Percintaan

Mau Dideketin, Tapi Nolak Kalau Terlalu Bar-bar

Mau Dideketin, Tapi Nolak Kalau Terlalu Bar-bar
245

Deketin boleh, tapi jangan langsung seruduk. Apalagi kalau baru kenal dua hari udah nanya, “Kapan kita ketemu?” atau tiba-tiba chat "Aku serius nih sama kamu." Eh, serius dari mana? Bio WhatsApp aja masih lirik lagu galau!

Banyak dari kita, terutama Gen Z dan milenial, sebenarnya pengen banget dideketin. Tapi bukan berarti semua bentuk pendekatan bisa diterima. Kalau caranya kelewat bar-bar, niat baik malah jadi ilfeel. Terus, kenapa sih banyak yang merasa risih kalau dideketin terlalu frontal?

Beda Tipis Antara PDKT dan Ngegas

PDKT yang enak itu biasanya ngikutin ritme—pelan tapi pasti. Saling kenal dulu, tukeran cerita, baru deh makin intens. Tapi kalau dia langsung tanya, “Kamu udah pernah pacaran belum?”, atau ngirim pesan tiap 3 menit, itu bukan perhatian. Itu overheat.

Orang yang terlalu buru-buru sering dianggap gak tulus. Kayak ngejar siapa aja yang bisa, bukan karena beneran tertarik secara personal. Padahal, pendekatan yang baik justru datang dari rasa nyaman dan rasa dihargai.

Kenapa Kita Ogah Dideketin Gaya Bar-bar?

  • Bikin Gak Nyaman:
    Terlalu cepat, terlalu banyak, terlalu dekat—bisa bikin seseorang ngerasa diinvasi.
  • Keliatan Gak Serius:
    Serius itu butuh proses. Kalau baru kenal udah ngajak seriusan, kita jadi mikir: “Ini dia serius atau cuma gas doang?”
  • Gak Semua Orang Suka Dikejar Terlalu Kencang:
    Beberapa orang perlu waktu buat nyaman. Dikejar habis-habisan malah bikin kabur.

Terus Gimana PDKT yang Gak Bikin Ilfeel?

  • Kenali dulu ritme komunikasinya:
    Suka chat panjang atau singkat? Aktif tiap hari atau kadang ngilang? Pahami dulu sebelum ngebombardir.
  • Jangan langsung to the point soal perasaan:
    Kenali karakternya, ngobrol ngalor-ngidul dulu. Bangun koneksi pelan-pelan.
  • Perhatian boleh, asal jangan lebay:
    Ngucapin selamat pagi atau semangat kuliah oke. Tapi tiap 10 menit tanya “Lagi ngapain?” itu kebanyakan.

Kesimpulan: Mau Dideketin? Boleh. Tapi Ada Etikanya

Semua orang berhak didekati, tapi semua juga berhak merasa nyaman. PDKT itu seni, bukan sprint. Kalau kamu pengen serius, jangan buru-buru. Dan kalau kamu yang dideketin, gak salah kok milih jaga jarak kalau caranya bikin gak enak.

Foto profil Ambar Arum Putri Hapsari

mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTA

Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.

Related Post