Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Kamu ngerasa biasa aja. Hubunganmu jalan, gak ganggu siapa-siapa, bahkan kalian merasa saling memperbaiki. Tapi anehnya, lingkungan sekitar seperti… tidak sepenuhnya menerima.
Tatapan berubah. Obrolan jadi dingin. Bahkan ada yang mulai menjaga jarak.
Dan kamu mulai bertanya, salahku di mana?
Tidak semua ketidaknyamanan itu datang dari kesalahanmu. Kadang, itu datang dari persepsi mereka sendiri.
Bisa jadi karena perbedaan. Latar belakang, gaya hidup, cara kalian mengekspresikan hubungan. Hal yang buat kamu normal, bisa terlihat “aneh” di mata orang lain.
Ada juga faktor iri yang jarang diakui. Melihat hubungan yang terlihat solid, penuh perhatian, atau berbeda dari kebiasaan, bisa memicu rasa tidak nyaman pada orang yang belum punya atau pernah gagal.
Lingkungan juga punya standar tidak tertulis. Tentang bagaimana pasangan “seharusnya” bersikap. Ketika kamu dan pasangan tidak mengikuti pola itu, kalian jadi terlihat menyimpang.
Dan sayangnya, tidak semua orang siap menerima perbedaan.
Ketidaknyamanan dari lingkungan bisa pelan-pelan memengaruhi hubungan. Kamu jadi overthinking, pasanganmu merasa tidak diterima, bahkan bisa muncul konflik internal.
Kalau tidak diatasi, hubungan yang awalnya sehat bisa ikut goyah hanya karena tekanan luar.
Yang perlu kamu lakukan pertama adalah evaluasi. Apakah memang ada sikap kalian yang mungkin kurang sensitif terhadap lingkungan? Kalau iya, perbaiki tanpa kehilangan jati diri.
Tapi kalau tidak, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk disukai semua orang.
Bangun batasan yang sehat. Tidak semua komentar harus ditanggapi. Tidak semua penilaian harus diterima.
Dan yang paling penting, komunikasi dengan pasanganmu. Pastikan kalian satu tim, bukan saling menyalahkan karena tekanan luar.
Untuk kamu yang sedang ada di posisi ini, ingat satu hal.
Tidak semua orang harus nyaman dengan hubunganmu.
Yang penting, kamu dan pasanganmu nyaman menjalaninya.
Karena pada akhirnya, yang hidup dalam hubungan itu bukan mereka.
Tapi kalian.