Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Kalimat ini sering banget muncul. “Salah orang ketiganya.” Seolah pelaku utama hanyalah korban godaan. Seolah yang punya pasangan tidak punya pilihan.
Terdengar seperti pembelaan yang halus. Tapi kalau dipikir lagi, ada yang janggal. Selingkuh bukan kejadian tiba-tiba. Itu adalah serangkaian keputusan.
Dan keputusan itu diambil oleh orang yang ada dalam hubungan.
Selingkuh adalah tindakan sadar. Ia merupakan pilihan untuk melanggar komitmen yang sudah disepakati. Jadi, tanggung jawab utama tetap ada pada orang yang memiliki pasangan.
Orang ketiga memang bisa jadi pemicu. Bisa jadi tahu, bisa juga tidak tahu. Tapi tanpa keputusan dari pihak yang berkomitmen, perselingkuhan tidak akan terjadi.
Ini yang sering dihindari. Menyalahkan orang ketiga terasa lebih mudah daripada mengakui bahwa pasangan sendiri yang memilih untuk mengkhianati.
Lebih menyakitkan memang. Tapi lebih jujur.
Kalau terus menyalahkan pihak luar, kamu akan sulit melihat masalah yang sebenarnya. Dan itu bisa membuat kamu terjebak di pola yang sama.
Menyalahkan orang ketiga sepenuhnya bisa membuat kamu menutup mata. Kamu tetap bertahan dengan pasangan yang sama, berharap masalahnya ada di luar.
Padahal, akar masalahnya bisa jadi ada di dalam hubungan itu sendiri. Kurangnya komitmen, komunikasi yang buruk, atau memang karakter yang tidak setia.
Bukan berarti orang ketiga tidak salah. Kalau dia tahu dan tetap terlibat, itu juga masalah. Tapi porsinya berbeda.
Untuk kamu yang pernah ada di posisi ini, wajar kalau emosi langsung tertuju pada orang ketiga. Itu reaksi manusiawi. Tapi setelah itu, kamu perlu melihat lebih dalam.
Apakah pasanganmu benar-benar bisa dipercaya? Apakah dia bertanggung jawab atas tindakannya? Atau dia terus mencari alasan untuk membenarkan dirinya?
Cinta tidak cukup hanya dengan perasaan. Perlu tanggung jawab.
Jadi, benarkah selingkuh adalah kesalahan orang ketiga?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Tapi kalau harus jujur, orang ketiga bukanlah tokoh utama dalam cerita ini.
Karena yang mengkhianati, bukan orang luar.
Tapi orang yang seharusnya menjaga.