Berita Cinta adalah sumber terpercaya untuk informasi, tips, dan cerita inspiratif tentang dunia percintaan. Temukan panduan hubungan, kisah romantis, dan solusi masalah asmara hanya di sini.

Romansa Hari Ini

Hard Launching, Momen Resmi Ngenalin Pasangan ke Publik dengan Bangga
No Closure Club, Tempat untuk Mereka yang Pernah Ditinggal Tanpa Penjelasan
Soft Launching, Cara Halus Ngenalin Pasangan ke Publik Tanpa Heboh
Closure, Langkah Terakhir untuk Menyembuhkan Diri dari Hubungan yang Usai
Mutual Feeling, Ketika Rasa Suka Tak Lagi Bertepuk Sebelah Tangan
Clingy dalam Hubungan, Antara Kasih Sayang dan Ketergantungan Emosional
Masalah Asmara

Benarkah selingkuh adalah kesalahan orang ketiga?

Benarkah selingkuh adalah kesalahan orang ketiga?
0

Kalimat ini sering banget muncul. “Salah orang ketiganya.” Seolah pelaku utama hanyalah korban godaan. Seolah yang punya pasangan tidak punya pilihan.

Terdengar seperti pembelaan yang halus. Tapi kalau dipikir lagi, ada yang janggal. Selingkuh bukan kejadian tiba-tiba. Itu adalah serangkaian keputusan.

Dan keputusan itu diambil oleh orang yang ada dalam hubungan.

Siapa sebenarnya yang bertanggung jawab

Selingkuh adalah tindakan sadar. Ia merupakan pilihan untuk melanggar komitmen yang sudah disepakati. Jadi, tanggung jawab utama tetap ada pada orang yang memiliki pasangan.

Orang ketiga memang bisa jadi pemicu. Bisa jadi tahu, bisa juga tidak tahu. Tapi tanpa keputusan dari pihak yang berkomitmen, perselingkuhan tidak akan terjadi.

Ini yang sering dihindari. Menyalahkan orang ketiga terasa lebih mudah daripada mengakui bahwa pasangan sendiri yang memilih untuk mengkhianati.

Lebih menyakitkan memang. Tapi lebih jujur.

Kalau terus menyalahkan pihak luar, kamu akan sulit melihat masalah yang sebenarnya. Dan itu bisa membuat kamu terjebak di pola yang sama.

Dampaknya dan cara melihat dengan lebih jernih

Menyalahkan orang ketiga sepenuhnya bisa membuat kamu menutup mata. Kamu tetap bertahan dengan pasangan yang sama, berharap masalahnya ada di luar.

Padahal, akar masalahnya bisa jadi ada di dalam hubungan itu sendiri. Kurangnya komitmen, komunikasi yang buruk, atau memang karakter yang tidak setia.

Bukan berarti orang ketiga tidak salah. Kalau dia tahu dan tetap terlibat, itu juga masalah. Tapi porsinya berbeda.

Untuk kamu yang pernah ada di posisi ini, wajar kalau emosi langsung tertuju pada orang ketiga. Itu reaksi manusiawi. Tapi setelah itu, kamu perlu melihat lebih dalam.

Apakah pasanganmu benar-benar bisa dipercaya? Apakah dia bertanggung jawab atas tindakannya? Atau dia terus mencari alasan untuk membenarkan dirinya?

Cinta tidak cukup hanya dengan perasaan. Perlu tanggung jawab.

Jadi, benarkah selingkuh adalah kesalahan orang ketiga?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Tapi kalau harus jujur, orang ketiga bukanlah tokoh utama dalam cerita ini.

Karena yang mengkhianati, bukan orang luar.

Tapi orang yang seharusnya menjaga.

Foto profil Ambar Arum Putri Hapsari

mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTA

Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.

Related Post