Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Pernah melihat teman yang sedang jatuh cinta tapi seperti “tidak bisa dinasihati”? Apa pun yang kamu katakan terasa masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.
Bukan karena mereka keras kepala. Tapi karena saat jatuh cinta, cara berpikir seseorang memang berubah.
Saat jatuh cinta, perasaan sering mengalahkan logika. Hal-hal yang terlihat jelas bagi orang lain bisa terasa berbeda bagi dirinya.
Mereka cenderung:
Ada keyakinan bahwa:
“Kamu nggak ngerti hubungan aku.”
Perasaan ini membuat nasihat dari luar sulit diterima.
Kadang mereka sadar ada yang tidak beres, tapi memilih bertahan karena takut kehilangan orang yang disukai.
Alih-alih membantu, terlalu sering menasehati justru bisa:
Kadang mereka tidak butuh solusi, hanya butuh didengar.
Gunakan pendekatan seperti:
“Menurutku…”
“Kalau aku di posisi kamu…”
Bukan:
“Kamu harus…”
“Udah aku bilang…”
Nasihat lebih mudah diterima saat mereka mulai sadar sendiri.
4. Tetap Ada di Sampingnya
Walaupun kamu tidak setuju, kehadiranmu tetap penting. Jangan langsung menjauh hanya karena mereka tidak mengikuti saranmu.
Jika hubungan tersebut sudah:
Maka kamu tetap perlu bicara dengan tegas, tapi tetap dengan cara yang bijak.
Orang yang sedang jatuh cinta bukan tidak mau dinasihati, tapi sedang berada dalam fase di mana perasaan lebih dominan daripada logika.
Daripada memaksakan nasihat, lebih baik menjadi pendengar yang baik dan hadir saat mereka benar-benar membutuhkan.
Karena pada akhirnya, setiap orang akan belajar dari pengalamannya sendiri.