Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Setelah sebuah hubungan berakhir, banyak orang merasa kehilangan, sedih, bahkan kosong. Perasaan ini sangat wajar karena hubungan yang dijalani sebelumnya memiliki banyak kenangan dan keterikatan emosional.
Namun, sebagian orang memilih segera mencari pasangan baru untuk mengalihkan rasa sakit tersebut.
Sekilas hal ini terlihat seperti cara cepat untuk move on, tetapi tidak selalu menjadi solusi yang sehat.
Hubungan yang dimulai terlalu cepat setelah putus sering disebut sebagai rebound relationship.
Biasanya hubungan ini terbentuk bukan karena benar-benar siap mencintai orang baru, tetapi karena ingin:
Akibatnya, hubungan tersebut sering berjalan tanpa fondasi emosional yang kuat.
Ketika seseorang belum benar-benar menyelesaikan perasaannya terhadap hubungan sebelumnya, luka emosional bisa terbawa ke hubungan baru.
Hal ini bisa menyebabkan:
Hubungan baru pun berisiko mengalami masalah yang sama.
Masa setelah putus sebenarnya bisa menjadi waktu yang penting untuk memahami diri sendiri.
Seseorang dapat:
Proses ini dapat membantu seseorang menjadi lebih siap ketika nantinya memulai hubungan baru.
Setiap orang memiliki cara dan waktu yang berbeda dalam menghadapi putus cinta.
Ada yang membutuhkan waktu lama, ada juga yang lebih cepat bangkit. Yang terpenting bukanlah seberapa cepat menemukan pasangan baru, tetapi seberapa siap secara emosional untuk kembali menjalin hubungan.
Mencari pengganti setelah putus mungkin terasa seperti jalan pintas untuk mengurangi rasa sakit. Namun, hubungan yang sehat biasanya membutuhkan kesiapan emosional yang matang.
Memberi waktu untuk diri sendiri bisa membantu seseorang membangun hubungan yang lebih baik di masa depan.