Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
“Jagain jodoh orang” sering terdengar lucu saat diucapkan, tapi buat sebagian orang, kalimat ini bisa terasa menohok. Istilah ini biasanya dipakai ketika seseorang merasa sudah berusaha hadir, perhatian, bahkan berjuang, tapi akhirnya hanya jadi bagian dari perjalanan orang lain
Ibarat sudah jadi pemeran utama di hati sendiri, eh ternyata cuma cameo di cerita dia
Lucu iya, tapi kadang pedihnya tipis-tipis
Istilah ini muncul karena banyak orang pernah ada di posisi memberi banyak hal dalam hubungan yang ternyata tidak berujung bersama
Sudah menemani masa sulitnya
Sudah jadi tempat cerita tiap malam
Sudah ikut tumbuh bareng
Tapi pas dia siap menikah, yang dipilih orang lain
Di situ biasanya muncul kalimat legendaris
wah aku cuma jagain jodoh orang
Meski sering dijadikan bahan candaan, sebenarnya ini refleksi dari pengalaman emosional yang cukup dalam
Kalau dipikir-pikir, istilah ini kadang terlalu menyederhanakan suatu proses. Seolah semua yang pernah diberikan jadi sia-sia
Padahal tidak selalu begitu
Bisa jadi hubungan itu memang ada untuk mengajarkan sesuatu. Tentang tulus, tentang kehilangan, atau tentang siapa yang memang bukan untuk dipaksa dipertahankan
Jadi bukan sedang menjaga jodoh orang, tapi sedang menjalani pelajaran yang memang perlu dilewati
Kadang orang terlalu larut dalam narasi “aku cuma jagain jodoh orang” sampai merasa gagal dalam cinta
Padahal tidak dipilih bukan berarti kalah
Sering kali itu hanya soal waktu dan kecocokan, bukan tentang kurangnya dirimu
Dan jujur saja, siapa tahu yang sekarang terasa seperti jagain jodoh orang, sebenarnya cuma sedang diputar jalannya biar nanti bertemu jodoh sendiri yang lebih tepat
Istilah ini seru buat bahan guyon, relatable juga buat banyak orang. Tapi jangan biarkan candaan ini berubah jadi keyakinan pahit soal cinta
Karena kalau pernah tulus, kamu bukan penjaga jodoh orang
Kamu cuma seseorang yang pernah mencinta dengan sungguh
Dan itu tidak pernah sia-sia