
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
TTM ialah istilah gaul yang sering muncul ketika dua orang terlihat sangat dekat namun tidak memiliki status resmi sebagai pasangan. Konsep ini merupakan bentuk hubungan yang berada di antara pertemanan dan percintaan, membuat banyak orang bingung apakah kedekatan tersebut hanya sekadar nyaman atau sebenarnya mengarah ke sesuatu yang lebih serius. Pada tahap ini, kedua orang biasanya saling memperhatikan, memberi perhatian manis, bahkan bersikap layaknya pasangan, tetapi tetap enggan memberi label hubungan.
Hubungan TTM memiliki dinamika yang berbeda dari pertemanan biasa. Ada intensitas komunikasi yang lebih hangat, panggilan yang lebih manja, hingga kebiasaan saling berbagi cerita pribadi. Banyak orang merasa TTM memberikan kenyamanan emosional tanpa beban komitmen. Keduanya bebas dekat namun tetap bebas menentukan masa depan masing-masing. Kehangatan yang tercipta membuat hubungan terasa ringan, tetapi justru di situlah sisi rumitnya muncul. Tanpa status jelas, siapa pun bisa merasa ragu atau baper karena tidak tahu batasannya.
Tidak sedikit orang menikmati fase TTM karena dianggap fleksibel. Tanpa komitmen berat, hubungan terasa seperti ruang aman untuk saling mengenal lebih dalam. Beberapa orang menggunakan fase ini sebagai jembatan sebelum memutuskan apakah ingin menjalin hubungan serius. Ada pula yang merasa TTM memberi kebebasan sekaligus kedekatan emosional yang mereka butuhkan pada saat itu. Hubungan ini bisa menjadi pengalaman manis ketika kedua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai batasannya.
Di balik manisnya, TTM juga menyimpan risiko besar terutama ketika perasaan tidak berkembang secara seimbang. Salah satu pihak bisa merasa terlalu berharap, sementara yang lain tetap santai tanpa niat melangkah lebih jauh. Kondisi ini membuat rasa kecewa tidak bisa dihindari. Selain itu, tidak adanya kejelasan status sering membuat seseorang memikirkan hal yang tidak perlu misalnya apakah kedekatan itu dianggap spesial atau hanya dianggap biasa saja. Untuk itu, komunikasi jujur menjadi kunci agar TTM tidak berubah menjadi hubungan yang melelahkan. Dengan batasan yang jelas, TTM bisa tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan tanpa membawa luka berkepanjangan.