Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
0
Istilah ATM berjalan merupakan ungkapan untuk menggambarkan seseorang yang terus-menerus dimanfaatkan sebagai sumber uang oleh pasangannya. Dalam hubungan asmara, istilah ini biasanya ditujukan kepada seseorang yang selalu diminta membayar, memberikan uang, membelikan barang, atau memenuhi kebutuhan finansial pasangan tanpa adanya keseimbangan. Membantu pasangan secara finansial bukan sesuatu yang salah, tetapi hubungan dapat menjadi tidak sehat ketika kasih sayang hanya diukur dari seberapa banyak uang yang diberikan.
Ketika Pasangan Mulai Menganggapmu sebagai ATM Berjalan
Dalam hubungan, membantu pasangan ketika sedang kesulitan merupakan bentuk kepedulian. Ada kalanya pasangan membutuhkan bantuan untuk keperluan tertentu dan kita memilih membantu karena ingin meringankan bebannya. Masalah mulai muncul ketika bantuan tersebut berubah menjadi tuntutan yang terus berulang.
Misalnya, setiap kali bertemu kamu selalu diminta membayar. Ketika pasangan ingin membeli sesuatu, kamu dianggap sebagai orang yang harus memenuhi keinginannya. Bahkan, ketika kamu menolak karena kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan, pasangan justru marah, menyalahkan, atau membuatmu merasa tidak sayang.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena cinta seharusnya tidak menjadi alat untuk mendapatkan keuntungan finansial. Pasangan yang benar-benar menghargai kamu akan memahami bahwa kemampuan ekonomi setiap orang memiliki batas.
Perhatikan juga apakah hubungan terasa satu arah. Jika kamu terus memberikan uang, hadiah, atau membayar kebutuhan pasangan, tetapi tidak pernah mendapatkan perhatian, dukungan, dan penghargaan yang seimbang, hubungan tersebut patut dievaluasi.
Bedakan Membantu dengan Dimanfaatkan
Membantu pasangan dan menjadi ATM berjalan merupakan dua hal yang berbeda. Membantu dilakukan dengan kesadaran dan kemampuan yang dimiliki, sedangkan dimanfaatkan terjadi ketika seseorang merasa wajib terus memberikan sesuatu agar hubungan tetap berjalan. Batas finansial perlu dibicarakan secara terbuka. Kamu berhak mengatakan tidak ketika permintaan pasangan sudah melewati kemampuan atau membuat kondisi keuanganmu terganggu. Menolak memberikan uang bukan berarti tidak mencintai pasangan.
Hubungan yang sehat juga seharusnya memiliki kerja sama dalam mengatur kebutuhan. Jika sedang berkencan, misalnya, pembagian biaya dapat dibicarakan sesuai kemampuan masing-masing. Tidak harus selalu sama besar, tetapi perlu ada kesadaran bahwa tanggung jawab tidak hanya berada di satu pihak.
Selain itu, jangan merasa harus membeli sesuatu agar pasangan tetap bertahan. Jika seseorang hanya menunjukkan kasih sayang ketika mendapatkan uang, barang, atau fasilitas, mungkin yang dihargai bukan dirimu sebagai pasangan, melainkan apa yang bisa kamu berikan.
Pada akhirnya, menjadi pasangan berarti saling mendukung, bukan menjadikan salah satu pihak sebagai sumber keuangan tanpa batas. Memberikan bantuan boleh dilakukan selama ada kesadaran, kemampuan, dan penghargaan. Cinta yang sehat tidak membuat seseorang merasa harus terus membayar agar tetap dicintai.