Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Awalnya dia terlihat menarik. Percaya diri, penuh pesona, tahu cara bikin kamu merasa spesial. Bahkan kamu merasa, “Akhirnya nemu yang beda.”
Tapi makin lama, ada rasa capek yang gak bisa dijelasin. Kamu sering overthinking, sering minta maaf, bahkan untuk hal yang gak jelas.
Kalau itu yang kamu rasakan, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan seseorang yang memiliki kecenderungan NPD.
NPD adalah Narcissistic Personality Disorder, kondisi di mana seseorang sangat butuh pengakuan dan cenderung minim empati.
Dan yang bikin rumit, semuanya tidak langsung terlihat di awal.
Pertama, dia suka jadi pusat dunia. Semua harus tentang dia. Ceritamu sering dipotong, atau malah dialihkan ke dirinya.
Kedua, butuh validasi terus-menerus. Kamu harus selalu meyakinkan dia, memuji dia, dan membuat dia merasa “paling”. Tapi saat kamu butuh hal yang sama, dia tidak benar-benar hadir.
Ketiga, memainkan perasaan. Hari ini hangat, besok bisa dingin tanpa alasan jelas. Kamu dibuat bingung, tapi tetap bertahan karena berharap dia kembali seperti awal.
Keempat, sulit menerima kritik. Sedikit saja dikoreksi, dia bisa defensif, marah, atau malah membalikkan keadaan seolah kamu yang salah.
Kelima, manipulasi halus. Dia bisa membuatmu merasa bersalah, merasa kurang, bahkan merasa berutang secara emosional.
Semua ini sering dibungkus dengan kata-kata manis. Jadi kamu sulit membedakan mana cinta, mana kontrol.
Hubungan dengan seseorang yang memiliki kecenderungan NPD bisa menguras habis emosimu. Kamu jadi kehilangan rasa percaya diri, merasa tidak pernah cukup, dan terus mencoba memenuhi ekspektasi yang berubah-ubah.
Yang paling berat, kamu mulai kehilangan dirimu sendiri.
Untuk kamu yang merasa relate, ini bukan tentang menyalahkannya sepenuhnya. Tapi tentang melindungi dirimu.
Kamu berhak untuk punya hubungan yang sehat. Yang saling menghargai, bukan saling menguras.
Kalau kamu terus merasa lelah, bingung, dan tidak dihargai, itu bukan tanda kamu kurang sabar.
Itu tanda ada yang tidak sehat.
Dan sadar akan itu… adalah langkah awal untuk keluar.