Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Chat intens tiap hari.
Tiba tiba hilang.
Tanpa penjelasan. Tanpa pamit.
Fenomena ini dikenal sebagai ghosting. Dan ya, menyakitkan.
Tapi sebelum langsung menyimpulkan dia brengsek, ada baiknya kita bahas lebih jujur soal alasan cowok ghosting.
Kadang memang salah dia.
Tapi kadang… bisa jadi ada kontribusi dari kamu juga.
Ini alasan paling klasik.
Awalnya dia menikmati perhatian dan kedekatan. Tapi ketika hubungan mulai terasa serius, dia panik.
Alih-alih jujur, dia memilih menghilang.
Kalau ini kasusnya, jelas bukan salahmu.
Ini bagian yang agak pahit.
Baru kenal beberapa minggu, tapi sudah membahas masa depan, pernikahan, bahkan nama anak.
Tidak semua orang siap dengan kecepatan seperti itu.
Kalau kamu terlalu cepat menuntut kepastian, sementara dia masih ingin santai, bisa saja dia memilih kabur daripada menjelaskan.
Kalimat seperti
“Kamu berubah ya?”
“Kok lama balasnya?”
“Kamu masih tertarik gak sih?”
Sekali dua kali wajar.
Tapi kalau terlalu sering, bisa membuat orang merasa tertekan.
Beberapa cowok tidak kuat menghadapi konflik kecil yang berulang, akhirnya memilih jalan paling mudah, yaitu menghilang.
Kadang bukan karena kamu kurang.
Tapi karena tidak diklik.
Dan sayangnya, tidak semua orang cukup dewasa untuk mengatakan
“Aku rasa kita kurang cocok.”
Ghosting sering jadi cara pengecut untuk menghindari percakapan tidak nyaman.
Ini terdengar aneh, tapi nyata.
Kalau kamu selalu available, selalu mengalah, selalu menyesuaikan diri, sebagian orang justru kehilangan rasa tertantang.
Bukan berarti kamu harus jual mahal.
Tapi menjaga batasan dan harga diri itu penting.
Dua duanya.
Evaluasi diri itu sehat.
Tapi jangan menyalahkan diri secara berlebihan.
Kalau dia ghosting tanpa penjelasan, itu tetap menunjukkan kurangnya kedewasaan.
Namun, kalau ada pola dari dirimu yang membuat orang sering menjauh, itu bisa jadi bahan refleksi.
Intinya, ghosting tidak selalu tentang siapa yang salah.
Tapi tentang ketidakseimbangan kesiapan, komunikasi, dan ekspektasi.
Dan satu hal yang pasti
Orang yang tepat tidak akan menghilang tanpa alasan.