
Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Affection Withdrawal Syndrome adalah kondisi emosional ketika seseorang tiba tiba kehilangan perhatian, kasih sayang, atau kehangatan dari pasangan. Fenomena ini merupakan pengalaman yang membingungkan karena perubahan terjadi tanpa penjelasan yang jelas. Affection Withdrawal Syndrome ialah situasi di mana hubungan yang sebelumnya terasa dekat mendadak menjadi dingin dan berjarak.
Kondisi ini sering dirasakan sangat menyakitkan karena terjadi secara mendadak. Perhatian yang biasanya hadir dalam bentuk pesan, panggilan, atau sikap peduli perlahan atau bahkan langsung menghilang. Seseorang yang mengalaminya akan merasa ditinggalkan secara emosional meskipun hubungan secara status masih berjalan.
Affection Withdrawal Syndrome bisa muncul karena berbagai alasan. Salah satunya adalah kelelahan emosional yang tidak pernah diungkapkan. Pasangan mungkin merasa capek, jenuh, atau tertekan, tetapi memilih menarik diri alih alih berkomunikasi. Ada juga kasus di mana perhatian ditarik sebagai bentuk hukuman emosional atau cara menghindari konflik.
Dampak dari kondisi ini sangat terasa bagi pihak yang kehilangan perhatian. Rasa tidak aman, overthinking, dan menyalahkan diri sendiri sering muncul. Seseorang mulai mempertanyakan apa kesalahannya dan mengapa perlakuan pasangan berubah drastis. Ketidakjelasan ini membuat luka emosional terasa lebih dalam.
Affection Withdrawal Syndrome juga dapat merusak kepercayaan dalam hubungan. Ketika perhatian bisa hilang begitu saja tanpa alasan, rasa aman pun ikut goyah. Hubungan yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru berubah menjadi sumber kecemasan dan ketidakpastian.
Ciri lain dari kondisi ini adalah komunikasi yang semakin minim. Jawaban menjadi singkat, respons terasa dingin, dan kedekatan emosional menghilang. Meskipun tidak ada pertengkaran besar, jarak emosional terasa semakin lebar dari hari ke hari.
Menghadapi Affection Withdrawal Syndrome membutuhkan keberanian untuk mencari kejelasan. Membuka percakapan secara tenang dan jujur menjadi langkah penting agar tidak terjebak dalam asumsi. Jika perhatian ditarik karena masalah internal pasangan, komunikasi bisa menjadi jalan pemulihan.
Namun, jika pola ini terus berulang dan menimbulkan luka emosional, penting untuk mengevaluasi hubungan tersebut. Kehilangan perhatian secara tiba tiba bukan hal yang seharusnya dianggap normal dalam hubungan yang sehat.
Affection Withdrawal Syndrome mengajarkan bahwa perhatian dan kasih sayang bukan sekadar bonus, melainkan kebutuhan emosional. Hubungan yang sehat tidak membuat seseorang terus menerus menebak apakah dirinya masih diperhatikan atau tidak.