Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
0
Sikap menjauh saat dikejar dan kembali ketika mulai dilupakan adalah pola yang sering muncul dalam hubungan ketika seseorang baru menunjukkan perhatian setelah merasa kehilangan. Situasi ini dapat membuat pasangan bingung karena kehadiran dan perhatiannya seolah bergantung pada seberapa besar dirinya sedang dikejar.
Dalam hubungan asmara, perhatian sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang. Ketika seseorang mulai menjauh, pasangan biasanya akan berusaha mendekat, menanyakan kabar, mengirim pesan lebih dulu, atau mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, ada hubungan yang justru membentuk pola berbeda. Semakin seseorang dikejar, semakin ia menjauh. Ketika perhatian mulai dikurangi dan pasangan mulai kembali menjalani kehidupannya sendiri, ia justru muncul lagi seolah tidak pernah pergi. Pola seperti ini dapat membuat seseorang berada dalam kebingungan. Ia tidak tahu apakah pasangannya benar-benar membutuhkan dirinya atau hanya merasa tidak nyaman ketika kehilangan perhatian.
Mengapa Dia Kembali Saat Mulai Dilupakan?
Salah satu alasan yang mungkin terjadi adalah munculnya rasa kehilangan ketika perhatian yang sebelumnya selalu tersedia tiba-tiba berkurang. Selama dikejar, seseorang mungkin merasa yakin bahwa pasangannya akan tetap berada di sana kapan pun dibutuhkan. Ketika pesan tidak lagi datang setiap saat, panggilan mulai berkurang, dan pasangan tidak lagi sibuk mencari keberadaannya, situasinya berubah. Ia mulai menyadari bahwa perhatian yang selama ini dianggap biasa ternyata tidak selalu akan tersedia.
Ada pula kemungkinan bahwa seseorang sebenarnya menyukai perhatian, tetapi belum siap memberikan komitmen yang sama. Ketika didekati, ia merasa terbebani. Namun ketika perhatian tersebut berhenti, ia merasa kehilangan validasi yang sebelumnya diberikan. Hal inilah yang membuat siklus tersebut berulang. Ia pergi ketika merasa terlalu diperhatikan, lalu kembali ketika mulai merasa tidak lagi menjadi pusat perhatian.
Ketika Hubungan Terjebak dalam Siklus Kejar dan Tarik Diri
Pola seperti ini dapat membuat hubungan terasa melelahkan. Seseorang mungkin mulai berpikir bahwa satu-satunya cara agar pasangannya kembali adalah dengan berhenti mengejar. Setelah kembali, perhatian diberikan lagi, lalu pasangan kembali menjauh ketika merasa sudah mendapatkan kepastian. Hubungan akhirnya berjalan seperti tarik-ulur tanpa arah yang jelas.
Masalahnya bukan sekadar siapa yang mengejar dan siapa yang menjauh. Yang lebih penting adalah ketidakjelasan mengenai tujuan hubungan. Jika seseorang hanya datang ketika merasa akan kehilangan, tetapi kembali menjauh setelah mendapatkan perhatian, hubungan tersebut sulit berkembang menjadi hubungan yang stabil. Cinta seharusnya tidak membuat seseorang terus menebak-nebak kapan pasangannya akan datang dan pergi. Perhatian juga tidak seharusnya menjadi sesuatu yang hanya diberikan ketika seseorang takut kehilangan.
Pada akhirnya, dia yang kembali ketika mulai dilupakan belum tentu benar-benar ingin menetap. Bisa jadi, ia hanya sedang merespons rasa kehilangan atas perhatian yang sebelumnya selalu diberikan. Karena itu, yang perlu dilihat bukan hanya apakah seseorang kembali, tetapi apakah setelah kembali ia menunjukkan sikap yang konsisten, jelas, dan benar-benar ingin membangun hubungan. Sebab, kembali bukan selalu berarti memilih untuk tinggal.