Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
0
Cushioning adalah perilaku ketika seseorang mempertahankan kedekatan dengan orang lain sebagai pilihan cadangan jika hubungan utamanya berakhir. Dalam konteks tempat kerja, cushioning dapat terjadi ketika seorang karyawan terlalu dekat dengan rekan kantor dan membangun hubungan emosional yang melampaui batas pertemanan, sementara dirinya masih memiliki pasangan. Kondisi ini sering terlihat sebagai hubungan biasa, tetapi dapat menimbulkan masalah ketika perhatian, komunikasi, dan kedekatan mulai digunakan sebagai persiapan untuk kemungkinan hubungan berikutnya.
Mengapa Cushioning Bisa Terjadi di Tempat Kerja
Lingkungan kerja merupakan tempat yang memungkinkan seseorang bertemu dengan orang yang sama hampir setiap hari. Intensitas komunikasi, kerja sama dalam tugas, hingga kebiasaan makan siang bersama dapat membuat kedekatan tumbuh secara alami. Dari hubungan profesional, interaksi tersebut bisa berkembang menjadi hubungan personal yang semakin sulit dibedakan batasnya.
Cushioning juga dapat terjadi karena seseorang merasa tidak yakin dengan hubungan yang sedang dijalani. Daripada mengakhiri hubungan terlebih dahulu, ia memilih mempertahankan pasangan sambil membangun kedekatan dengan orang lain. Rekan kantor kemudian menjadi tempat berbagi cerita, mendapatkan perhatian, atau mencari kenyamanan emosional ketika hubungan utama sedang bermasalah.
Masalahnya, perilaku tersebut dapat menciptakan ketidakjujuran. Pasangan mungkin tidak mengetahui bahwa ada orang lain yang secara perlahan diberi posisi khusus. Sementara itu, rekan kerja yang dijadikan cadangan juga bisa memiliki perasaan yang lebih serius tanpa mengetahui bahwa dirinya hanya dianggap sebagai pilihan kedua.
Tanda cushioning dapat terlihat dari komunikasi pribadi yang terlalu intens, sering mencari alasan untuk berduaan, menyembunyikan percakapan dari pasangan, atau memberikan perhatian yang berbeda dibandingkan kepada rekan kerja lainnya. Jika kedekatan tersebut sengaja dirahasiakan, batas antara pertemanan dan hubungan emosional menjadi semakin kabur.
Dampak Cushioning terhadap Hubungan dan Karier
Cushioning bukan hanya berisiko merusak hubungan asmara, tetapi juga dapat mengganggu suasana profesional. Ketika perasaan mulai terlibat, pekerjaan bisa menjadi lebih rumit. Konflik pribadi dapat terbawa ke kantor, terutama jika salah satu pihak merasa ditolak atau mengetahui dirinya hanya dijadikan cadangan.
Bagi seseorang yang sudah memiliki pasangan, mempertahankan hubungan cadangan juga dapat membuat hubungan utama kehilangan kejujuran. Perhatian dan energi emosional terbagi kepada orang lain, sehingga pasangan tidak mendapatkan komitmen yang seharusnya.
Jika memang merasa hubungan saat ini sudah tidak sesuai, pilihan yang lebih sehat adalah menyelesaikan hubungan tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, seseorang dapat menentukan apakah ingin menjalin hubungan baru dengan rekan kantor atau orang lain. Kejujuran merupakan langkah penting agar tidak ada pihak yang merasa dimanfaatkan.
Cushioning pada akhirnya menunjukkan bahwa seseorang belum mampu menghadapi ketidakpastian hubungan secara terbuka. Menjadikan rekan kantor sebagai cadangan mungkin terasa aman untuk sementara, tetapi dapat menimbulkan luka dan masalah profesional dalam jangka panjang. Hubungan yang sehat seharusnya dibangun melalui kejelasan, batasan, dan keberanian mengambil keputusan.