Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Boundaries adalah batasan yang membantu seseorang menjaga kenyamanan, privasi, dan kesehatan emosional dalam berhubungan dengan orang lain, termasuk keluarga sendiri. Sayangnya, ketika membahas hubungan asmara, banyak orang merasa serba salah. Di satu sisi ingin menghormati keluarga, tetapi di sisi lain juga ingin memiliki ruang untuk membangun hubungan dengan pasangan tanpa terlalu banyak campur tangan.
Padahal, menetapkan boundaries bukan berarti menjauh dari keluarga atau tidak menghargai pendapat mereka. Boundaries justru membantu setiap orang memahami batas perannya masing-masing. Dengan begitu, hubungan dengan keluarga tetap baik, sementara hubungan dengan pasangan juga memiliki kesempatan untuk tumbuh secara sehat.
Kalau tidak dibangun sejak awal, bukan tidak mungkin hubunganmu akan lebih sering dipenuhi pendapat orang lain daripada hasil komunikasi dengan pasangan sendiri.
Banyak orang berpikir bahwa semakin terbuka kepada keluarga, semakin baik. Memang, keterbukaan itu penting. Namun, bukan berarti semua masalah hubungan harus selalu diceritakan.
Misalnya, setiap kali bertengkar dengan pasangan, kamu langsung mengadu kepada orang tua atau saudara. Saat kalian sudah baikan, mungkin masalahnya selesai. Namun, keluarga bisa saja masih mengingat kesalahan pasanganmu dan mulai memandangnya secara berbeda.
Inilah mengapa penting untuk memilih mana yang memang perlu didiskusikan dengan keluarga dan mana yang cukup diselesaikan berdua.
Kamu juga tidak harus selalu menjawab semua pertanyaan yang bersifat terlalu pribadi. Jika ada anggota keluarga yang terus mendesak untuk tahu detail hubunganmu, kamu bisa menjawab dengan sopan tanpa merasa bersalah.
Misalnya, "Terima kasih sudah perhatian. Kalau ada sesuatu yang penting, nanti pasti aku cerita."
Kalimat sederhana seperti itu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai perhatian mereka, tetapi tetap memiliki ruang pribadi.
Menetapkan boundaries bukan berarti berbicara dengan nada tinggi atau bersikap kasar. Justru batasan akan lebih mudah diterima jika disampaikan dengan tenang dan penuh rasa hormat.
Jika keluarga mulai terlalu sering mengatur hubunganmu, cobalah jelaskan bahwa kamu menghargai setiap masukan mereka. Namun, keputusan akhirnya tetap akan kamu diskusikan bersama pasangan karena kalianlah yang akan menjalani hubungan tersebut.
Selain itu, penting juga untuk bersikap konsisten. Jika hari ini kamu meminta keluarga untuk tidak ikut campur, tetapi besok setiap masalah kembali kamu ceritakan kepada mereka, batasan yang sudah dibuat akan menjadi sulit dipahami.
Di sisi lain, jangan menolak semua nasihat hanya karena ingin terlihat mandiri. Ada kalanya keluarga memberikan sudut pandang yang berharga, terutama jika mereka melihat tanda-tanda yang mungkin tidak kamu sadari. Dengarkan, pertimbangkan, lalu ambil keputusan berdasarkan komunikasi dengan pasangan dan nilai yang kalian sepakati bersama.
Pada akhirnya, boundaries bukanlah tembok yang memisahkan keluarga dan pasangan. Boundaries adalah jembatan yang membantu setiap hubungan berjalan dengan lebih sehat. Kamu tetap bisa menjadi anak yang menghormati orang tua sekaligus menjadi pasangan yang mampu melindungi hubungan dari campur tangan yang berlebihan. Hubungan yang kuat tidak dibangun dari banyaknya orang yang ikut mengatur, tetapi dari dua orang yang mampu bekerja sama, saling percaya, dan saling menjaga.