Berita Cinta adalah sumber terpercaya untuk informasi, tips, dan cerita inspiratif tentang dunia percintaan. Temukan panduan hubungan, kisah romantis, dan solusi masalah asmara hanya di sini.

Romansa Hari Ini

Hard Launching, Momen Resmi Ngenalin Pasangan ke Publik dengan Bangga
No Closure Club, Tempat untuk Mereka yang Pernah Ditinggal Tanpa Penjelasan
Soft Launching, Cara Halus Ngenalin Pasangan ke Publik Tanpa Heboh
Closure, Langkah Terakhir untuk Menyembuhkan Diri dari Hubungan yang Usai
Mutual Feeling, Ketika Rasa Suka Tak Lagi Bertepuk Sebelah Tangan
Clingy dalam Hubungan, Antara Kasih Sayang dan Ketergantungan Emosional
Pengetahuan Umum

Awal Mula 14 Feb sebagai Hari Valentine

Awal Mula 14 Feb sebagai Hari Valentine
0

Setiap tanggal 14 Februari, dunia mendadak dipenuhi cokelat, bunga, dan kata-kata manis. Restoran penuh. Toko bunga kebanjiran pesanan. Media sosial berubah jadi galeri foto pasangan. Tapi pernah gak sih kamu berhenti sebentar dan bertanya, kenapa harus 14 Februari?

Ternyata, sejarahnya jauh lebih kompleks daripada sekadar hari romantis.

Kisah Santo Valentinus di Zaman Romawi

Awal mula 14 Februari sebagai Hari Valentine diyakini berasal dari kisah Santo Valentinus di abad ketiga, pada masa Kekaisaran Romawi. Saat itu, Kaisar Claudius II melarang para prajurit muda untuk menikah. Ia percaya bahwa pria lajang lebih fokus dan kuat dalam peperangan.

Namun, seorang pendeta bernama Valentinus menentang aturan tersebut. Ia diam-diam menikahkan pasangan muda yang saling mencintai. Tindakan ini dianggap melawan hukum. Akibatnya, Valentinus dipenjara dan akhirnya dihukum mati pada tanggal 14 Februari.

Legenda menyebutkan bahwa sebelum eksekusi, Valentinus menulis surat kepada seorang perempuan yang diyakini sebagai anak sipir penjara, dan menandatanganinya dengan kalimat From your Valentine. Ungkapan ini kemudian menjadi simbol romantis yang kita kenal hingga sekarang.

Dari Ritual Kuno ke Hari Romantis

Selain kisah Santo Valentinus, ada teori lain yang mengaitkan 14 Februari dengan festival Romawi Kuno bernama Lupercalia. Festival ini dirayakan pertengahan Februari sebagai perayaan kesuburan dan datangnya musim semi.

Pada abad kelima, Gereja Katolik menetapkan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentinus, yang lambat laun menggantikan tradisi Lupercalia. Seiring waktu, maknanya bergeser dari peringatan religius menjadi perayaan cinta.

Memasuki abad pertengahan di Eropa, 14 Februari mulai dikaitkan dengan musim kawin burung. Kepercayaan ini memperkuat simbolisme romantis hari tersebut. Tradisi bertukar kartu dan pesan cinta mulai populer, terutama di Inggris dan Prancis.

Valentine di Era Modern

Hari Valentine yang kita kenal sekarang banyak dipengaruhi oleh budaya Barat dan industri komersial. Cokelat, bunga mawar merah, hingga makan malam romantis menjadi bagian dari tradisi modern.

Meski begitu, makna utamanya tetap tentang kasih sayang. Tidak hanya untuk pasangan, tetapi juga keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat.

Jadi, 14 Februari bukan muncul begitu saja. Ia lahir dari sejarah panjang, legenda, hingga perubahan budaya selama berabad-abad.

Menarik ya, bagaimana sebuah kisah dari ribuan tahun lalu bisa berubah menjadi hari penuh cinta yang dirayakan hampir di seluruh dunia.

Foto profil Ambar Arum Putri Hapsari

mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTA

Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.

Related Post