Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Hubungan seharusnya dijalani berdua.
Tapi ada kalanya kamu merasa seperti menarik perahu sendirian, sementara pasangan hanya duduk diam. Capeknya bukan cuma fisik, tapi emosional.
Kalau kamu mulai merasa lelah tanpa tahu kenapa, bisa jadi kamu sedang berjuang sendiri di hubungan.
Berikut beberapa tandanya.
Mulai dari chat duluan, ngajak ketemu, sampai membahas masa depan, semuanya kamu yang gerak.
Kalau kamu berhenti sebentar, hubungan terasa seperti ikut berhenti.
Hubungan sehat seharusnya punya usaha dua arah, bukan satu arah.
Bahkan saat bukan sepenuhnya salahmu.
Kamu memilih mengalah demi suasana tetap tenang. Lama-lama kamu terbiasa memendam rasa tidak adil demi mempertahankan hubungan.
Saat ada konflik, kamu yang berusaha mencari solusi. Pasangan lebih sering menghindar, diam, atau menunggu semuanya reda sendiri.
Padahal konflik butuh keterlibatan dua pihak.
Setiap kamu menyampaikan perasaan, responsnya minim atau dianggap berlebihan.
Lama-lama kamu berhenti bercerita karena merasa percuma.
Hubungan tanpa validasi emosional bisa membuat seseorang merasa sendirian meski tidak benar-benar sendiri.
Kamu bertahan karena percaya suatu hari dia akan lebih peduli, lebih peka, atau lebih serius.
Harapan itu yang membuatmu terus berjuang, meski kenyataannya tidak banyak berubah.
Berjuang sendiri bisa membuatmu
Merasa tidak cukup
Kehilangan rasa percaya diri
Kelelahan emosional
Mulai mempertanyakan nilai diri
Dalam jangka panjang, ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan pola hubunganmu berikutnya.
Hubungan bukan soal siapa paling sabar atau paling kuat.
Menurut perspektif hubungan sehat yang sering dibahas oleh psikolog seperti John Gottman, keberhasilan hubungan ditentukan oleh keterlibatan dan respons emosional kedua pihak.
Jika hanya satu yang berusaha, fondasinya tidak akan seimbang.
Berjuang itu baik.
Tapi kalau hanya kamu yang berjuang, mungkin yang perlu diperjuangkan bukan lagi hubungannya, melainkan dirimu sendiri.
Karena kamu layak dicintai tanpa harus merasa sendirian di dalamnya.