Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Stockholm syndrome merupakan istilah dalam dunia psikologi yang menggambarkan fenomena unik sekaligus kompleks. Dalam kondisi ini, korban bisa mengembangkan perasaan positif terhadap pelaku, meskipun secara logika mereka berada dalam posisi yang dirugikan
Istilah ini pertama kali dikenal setelah sebuah kasus penyanderaan di Stockholm, di mana korban justru membela pelaku setelah kejadian berakhir. Dari situ, para ahli mulai mempelajari bagaimana kondisi ini bisa terjadi
Fenomena ini bukan berarti korban “menikmati” situasinya, melainkan bentuk respons psikologis terhadap tekanan ekstrem
Stockholm syndrome biasanya muncul dalam situasi yang penuh tekanan, ketakutan, atau ketergantungan. Dalam kondisi tersebut, otak berusaha mencari cara untuk “bertahan”, salah satunya dengan membangun koneksi emosional dengan pelaku
Hal ini bisa terjadi karena korban merasa bahwa pelaku adalah satu-satunya sumber keamanan, meskipun sebenarnya juga menjadi sumber ancaman
Selain itu, perlakuan kecil yang terlihat “baik” dari pelaku bisa terasa sangat besar bagi korban, sehingga memicu rasa simpati
Meskipun sering dikaitkan dengan kasus kriminal, stockholm syndrome juga bisa muncul dalam hubungan sehari-hari, termasuk hubungan yang tidak sehat atau manipulatif
Misalnya dalam hubungan yang penuh kontrol, tekanan emosional, atau bahkan kekerasan, korban bisa tetap bertahan karena merasa “dipahami” atau takut kehilangan
Inilah yang membuat kondisi ini sering sulit disadari, baik oleh korban maupun orang di sekitarnya
Beberapa tanda yang bisa muncul antara lain membela orang yang menyakiti, merasa sulit meninggalkan hubungan meski tidak bahagia, dan mengabaikan perlakuan buruk yang dialami
Korban juga bisa merasa bersalah jika mencoba menjauh, seolah-olah mereka yang melakukan kesalahan
Perasaan ini sering membingungkan, karena bertentangan dengan logika yang seharusnya melindungi diri sendiri
Memahami stockholm syndrome adalah langkah awal untuk melihat bahwa kondisi ini bukan sekadar “lemah” atau “tidak tegas”, melainkan respons psikologis yang kompleks
Dukungan dari orang terdekat dan lingkungan yang aman sangat penting untuk membantu seseorang keluar dari situasi tersebut
Karena pada akhirnya, setiap orang berhak berada dalam hubungan yang sehat, aman, dan saling menghargai