Media Percintaan & Gaya Hidup
Menyembuhkan yang Patah, Merayakan yang Utuh
Move On & Healing

Post-Infidelity Stress Disorder: Gejala yang Sering Diabaikan Korban Selingkuh

Post-Infidelity Stress Disorder: Gejala yang Sering Diabaikan Korban Selingkuh
131

Post-Infidelity Stress Disorder atau PISD adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan respons stres dan trauma yang dapat dialami seseorang setelah mengetahui dirinya diselingkuhi. Istilah ini bukan diagnosis gangguan mental resmi, tetapi sering digunakan untuk menjelaskan kondisi ketika dampak perselingkuhan terasa sangat berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Perselingkuhan bukan hanya persoalan hilangnya kepercayaan. Bagi sebagian korban, kenyataan bahwa pasangan yang dipercaya ternyata menyembunyikan sesuatu dapat membuat rasa aman dalam hubungan ikut runtuh. Reaksi setiap orang berbeda, tetapi beberapa gejala dapat muncul secara bertahap.

Gejala PISD yang Dapat Muncul Setelah Perselingkuhan

Gejala pertama yang sering muncul adalah syok dan sulit menerima kenyataan. Korban mungkin merasa tidak percaya, terus bertanya-tanya mengapa hal tersebut terjadi, atau merasa seperti sedang mengalami mimpi buruk.

Tahap berikutnya dapat berupa pikiran berulang tentang perselingkuhan. Korban terus memikirkan detail kejadian, percakapan, tempat, atau siapa saja yang terlibat. Hal kecil seperti notifikasi ponsel pasangan pun dapat memicu kembali ingatan tersebut.

Kemudian muncul kecurigaan dan kewaspadaan berlebihan. Korban mungkin menjadi lebih sering memeriksa ponsel pasangan, mempertanyakan keberadaannya, atau merasa cemas ketika pasangan tidak segera membalas pesan. Perilaku ini biasanya muncul karena rasa aman telah terganggu.

Gejala selanjutnya adalah perubahan emosi. Korban dapat mengalami marah, sedih, kecewa, takut, hingga merasa dirinya tidak cukup baik. Sebagian bahkan menyalahkan diri sendiri meskipun keputusan untuk berselingkuh merupakan tanggung jawab pihak yang melakukannya.

Pada kondisi yang lebih berat, korban dapat mengalami gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan, atau menarik diri dari aktivitas yang sebelumnya disukai. Jika gejala menetap dan mengganggu kehidupan, bantuan profesional perlu dipertimbangkan.

Cara Menangani Dampak Perselingkuhan

Langkah pertama adalah mengakui bahwa luka tersebut nyata. Tidak perlu memaksa diri segera melupakan kejadian hanya karena pasangan sudah meminta maaf. Pemulihan membutuhkan waktu.

Selanjutnya, buat batasan yang jelas. Jika hubungan ingin dipertahankan, pasangan perlu membicarakan kejujuran, transparansi, dan perilaku apa yang diperlukan untuk membangun kembali kepercayaan.

Korban juga sebaiknya tidak menghadapi semuanya sendirian. Berbicara dengan orang yang dipercaya dapat membantu mengurangi beban emosional. Jika kecemasan, pikiran mengganggu, gangguan tidur, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari terus berlangsung, psikolog atau profesional kesehatan mental dapat membantu proses pemulihan.

Yang tidak kalah penting, korban perlu berhenti mengukur harga dirinya berdasarkan perselingkuhan tersebut. Diselingkuhi bukan bukti bahwa seseorang tidak menarik, tidak cukup baik, atau tidak layak dicintai.

Pemulihan memang tidak selalu berjalan lurus. Ada hari ketika seseorang merasa sudah baik, kemudian kembali sedih setelah teringat kejadian. Hal tersebut dapat terjadi dalam proses pemulihan. Yang penting adalah memberikan diri sendiri waktu, dukungan, dan ruang untuk kembali merasa aman.

Foto profil laudya sintya bella

Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.

Related Post