Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Dalam hubungan, soal uang sering jadi topik sensitif.
Ada pasangan yang terlihat sangat hemat dan penuh perhitungan.
Di sisi lain, ada juga yang dianggap pelit.
Sekilas memang terlihat sama. Tapi sebenarnya pelit dan perhitungan adalah dua hal yang berbeda.
Lalu, mana yang masih wajar dan mana yang bisa menjadi red flag dalam hubungan?
Pasangan yang perhitungan biasanya sangat sadar soal keuangan.
Mereka mempertimbangkan pengeluaran dengan matang, tidak mudah boros, dan cenderung membuat perencanaan finansial.
Contohnya:
Dalam banyak kasus, sifat ini justru bisa menjadi nilai positif. Hubungan bisa lebih stabil secara finansial karena ada kontrol terhadap pengeluaran.
Berbeda dengan perhitungan, pelit biasanya lebih mengarah pada ketidaksediaan berbagi, bahkan dalam situasi yang wajar.
Beberapa contohnya:
Masalahnya bukan pada hematnya, tetapi pada sikap yang terlalu kaku dan tidak ada rasa memberi dalam hubungan.
Hubungan bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang saling memberi dan berbagi.
Jika salah satu pihak selalu merasa dirugikan secara finansial, lama-lama bisa muncul rasa kesal atau rasa tidak dihargai.
Menurut penelitian tentang hubungan dan kesejahteraan pasangan yang dipelopori oleh psikolog hubungan John Gottman, keseimbangan dalam memberi dan menerima merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan tetap sehat.
Ketika keseimbangan itu hilang, konflik kecil bisa berubah menjadi masalah besar.
Perhitungan:
Pelit:
Kuncinya bukan pada jumlah uang yang dikeluarkan, tetapi pada niat untuk saling berbagi.
Dalam hubungan yang sehat, uang tidak selalu dihitung secara kaku.
Kadang kamu yang membayar.
Kadang pasanganmu yang menggantikan.
Kadang kalian berbagi.
Yang penting bukan soal nominalnya, tapi adanya rasa saling menghargai dan saling peduli.
Pada akhirnya, hubungan yang sehat tidak terasa seperti transaksi.
Melainkan kerja sama dua orang yang saling menjaga.