Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Baru kenalan. Baru tukar nama. Baru tahu dia suka kopi tanpa gula.
Tapi entah kenapa, otakmu sudah lari jauh.
Kalau nikah nanti pakai adat Jawa atau Sunda ya
Konsepnya outdoor atau indoor
Undangannya warna sage atau cream
Padahal dia aja belum tentu tahu nama lengkapmu.
Lucu. Tapi nyata.
Fenomena ini sering terjadi ketika seseorang terlalu cepat terbawa suasana. Satu obrolan yang nyambung bisa langsung memicu imajinasi panjang. Apalagi kalau lawan bicara terlihat sopan, menarik, dan punya aura green flag.
Secara psikologis, ketika kita merasa klik dengan seseorang, otak melepaskan dopamin. Hormon ini bikin kita merasa senang dan optimis. Dalam kondisi itu, kita cenderung membayangkan skenario terbaik.
Menurut pembahasan tentang ketertarikan romantis oleh American Psychological Association, fase awal perkenalan memang sering dipenuhi idealisasi. Kita melihat potensi, bukan realita sepenuhnya.
Makanya baru ngobrol semenit saja, otak sudah bikin trailer pernikahan lengkap dengan backsound.
Membayangkan masa depan itu tidak salah. Itu tanda kamu serius dalam memandang hubungan. Tapi kalau terlalu cepat, bisa berujung pada ekspektasi berlebihan.
Masalahnya bukan di adatnya. Tapi diharapannya.
Ketika kamu sudah membangun cerita sendiri di kepala, lalu ternyata dia cuma menganggapmu teman ngobrol biasa, rasanya bisa lebih sakit.
Karena yang hancur bukan hubungan. Tapi skenario indah yang belum tentu nyata.
Tidak ada yang salah dengan menjadi hopeless romantic. Tapi cinta tetap butuh proses.
Kenal lebih dalam. Lihat konsistensinya. Perhatikan bagaimana dia menghadapi masalah. Jangan cuma terpikat karena satu obrolan yang terasa spesial.
Karena pernikahan bukan cuma soal adat apa yang dipakai. Tapi tentang dua orang yang sama-sama siap.
Jadi kalau kamu baru ngobrol semenit dan sudah mikir mau pakai adat apa, tenang. Kamu tidak sendirian.
Itu cuma imajinasi yang lagi lari kencang.
Tarik napas. Senyum. Nikmati dulu fase kenalnya.
Siapa tahu memang jodoh.
Tapi siapa tahu juga cuma lewat.
Yang penting, jangan sampai kamu sudah booking gedung di kepala, sementara dia masih mikir kamu siapa.