Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Di era sekarang, hubungan tidak lepas dari media sosial. Dari chat, story, sampai aktivitas online—semuanya bisa jadi bagian dari dinamika hubungan.
Salah satu hal yang cukup sering terjadi adalah bertukar akun media sosial dengan pasangan. Ada yang merasa ini bentuk transparansi, ada juga yang melihatnya sebagai tanda posesif.
Jadi sebenarnya… sehat atau tidak?
Biasanya berawal dari keinginan untuk saling percaya.
Ada yang berpikir, “Kalau tidak ada yang disembunyikan, kenapa tidak?”
Ada juga yang merasa lebih tenang karena bisa melihat aktivitas pasangan secara langsung.
Di beberapa kasus, ini juga jadi cara untuk menghindari kecurigaan atau konflik yang pernah terjadi sebelumnya.
Sekilas, tukar akun terlihat seperti bukti kepercayaan. Tapi kalau dipikir lagi, kepercayaan seharusnya tidak perlu “dibuktikan” dengan cara seperti itu.
Kalau kamu percaya, kamu tidak perlu mengawasi.
Kalau harus mengawasi, mungkin ada yang belum benar-benar dipercaya.
Di sinilah letak dilemanya.
Meski sudah jadi pasangan, setiap orang tetap punya ruang pribadi.
Akun sosial media bukan hanya tentang pasangan, tapi juga tentang:
teman,
keluarga,
Dan kehidupan pribadi.
Menghilangkan batas ini bisa membuat seseorang merasa terkekang, bahkan kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri.
Alih-alih membuat tenang, bertukar akun kadang justru memicu konflik.
Hal-hal kecil bisa jadi besar:
like yang dianggap berlebihan,
chat lama yang disalahartikan,
Atau interaksi yang sebenarnya tidak bermaksud apa-apa.
Semua jadi lebih sensitif karena terlalu banyak yang dilihat.
Hubungan yang sehat tidak bergantung pada akses akun, tapi pada komunikasi.
Kalau ada rasa tidak nyaman, lebih baik dibicarakan langsung daripada mencari jawaban lewat akun.
Karena kepercayaan tumbuh dari sikap, bukan dari kontrol.
Bertukar akun media sosial dengan pasangan bukan jaminan hubungan akan lebih kuat. Bahkan, dalam beberapa kasus justru bisa merusak kenyamanan dan kepercayaan.
Yang terpenting bukan seberapa banyak yang kamu tahu tentang pasangan, tapi seberapa besar kalian saling percaya tanpa harus saling mengawasi.