Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Kamu sudah move on.
Sudah ikhlas.
Sudah berhenti menunggu.
Tiba tiba… dia muncul lagi.
Menyukai cerita.
Balas chat lama.
Tanya kabar seolah tidak pernah menghilang.
Fenomena ini disebut zombieing dalam hubungan.
Dan banyak yang bilang, ini lebih buruk dari ghosting.
Kalau ghosting adalah menghilang tanpa kabar, zombieing adalah kembali setelah lama menghilang tanpa penjelasan.
Seperti zombie yang bangkit dari kubur.
Datang tanpa rasa bersalah.
Tanpa klarifikasi.
Tanpa tanggung jawab.
Ghosting memang menyakitkan.
Tapi setidaknya jelas. Dia pergi.
Zombieing justru membingungkan.
Saat kamu sudah menutup bab itu, dia datang lagi dan membuka luka lama.
Harapan yang sudah kamu kubur bisa muncul kembali.
Dan itu yang membuatnya terasa lebih kejam.
Beberapa alasan umum kenapa seseorang melakukan zombieing
Kesepian
Gagal dengan orang baru
Mencari validasi
Penasaran apakah kamu masih peduli
Bukan karena cinta tiba-tiba tumbuh kembali.
Sering kali hanya karena egonya ingin memastikan kamu masih ada.
Tidak ada permintaan maaf.
Tidak menjelaskan kenapa dulu pergi.
Langsung bersikap santai seperti tidak terjadi apa-apa.
Hilang lagi setelah mendapat respons.
Kalau polanya seperti ini, hati-hati.
Tergantung pada dirimu.
Kalau dia datang dengan penjelasan matang dan niat serius, mungkin bisa dipertimbangkan.
Tapi kalau hanya muncul tanpa tanggung jawab, kamu tidak wajib membuka pintu lagi.
Karena yang pernah pergi tanpa alasan, bisa saja pergi lagi dengan cara yang sama.
Ghosting menyakitkan karena ditinggalkan.
Zombieing menyakitkan karena dimainkan.
Dan kamu berhak atas hubungan yang konsisten, bukan yang muncul dan tenggelam sesuka hati.
Jadi, kalau zombie itu datang lagi, pastikan kamu tidak langsung membuka pintu hanya karena nostalgia.
Kadang yang sudah mati memang sebaiknya tetap dikubur.