Berita Cinta adalah sumber terpercaya untuk informasi, tips, dan cerita inspiratif tentang dunia percintaan. Temukan panduan hubungan, kisah romantis, dan solusi masalah asmara hanya di sini.

Media Percintaan & Gaya Hidup
Menyembuhkan yang Patah, Merayakan yang Utuh
Move On & Healing

Haruskah Menjauh dari Keluarga Mantan demi Move On?

Haruskah Menjauh dari Keluarga Mantan demi Move On?
25

Setelah hubungan berakhir, bukan hanya pasangan yang mungkin ikut hilang dari kehidupan. Jika hubungan sudah berlangsung cukup lama, seseorang bisa memiliki kedekatan dengan keluarga mantan, seperti orang tua, saudara, atau kerabatnya. Hubungan tersebut terkadang sudah terasa seperti keluarga sendiri sehingga keputusan untuk tetap berkomunikasi tidak selalu mudah.

Tetap terhubung dengan keluarga mantan tidak otomatis menghambat proses move on. Sebaliknya, bagi sebagian orang, hubungan tersebut dapat tetap berjalan secara wajar karena sudah terbentuk sebelum hubungan berakhir. Namun, ada pula kondisi ketika komunikasi dengan keluarga mantan justru membuat seseorang terus mengingat masa lalu dan sulit membangun kehidupan baru.

Karena itu, keputusan untuk menjauh atau tetap berhubungan sebaiknya melihat kondisi emosional dan tujuan hubungan tersebut.

Ketika Tetap Terhubung Justru Membuat Sulit Move On

Kedekatan dengan keluarga mantan dapat menjadi pengingat hubungan yang telah berakhir. Misalnya, setiap kali berbicara dengan orang tua mantan, seseorang kembali mendengar cerita tentang mantannya atau ditanya apakah masih memiliki hubungan dengannya.

Situasi seperti ini dapat membuat proses menerima perpisahan menjadi lebih rumit. Apalagi jika keluarga mantan masih sering mengajak bertemu, mengirim pesan, atau membagikan informasi tentang kehidupan mantan.

Namun, tidak semua komunikasi harus dianggap sebagai masalah. Jika hubungan dengan keluarga mantan memang sudah terjalin secara mandiri dan tidak lagi berkaitan dengan mantan, komunikasi mungkin tetap dapat dilakukan selama tidak mengganggu proses penyembuhan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah perasaan setelah berinteraksi. Jika setiap komunikasi membuat seseorang kembali berharap, merasa sedih, atau terdorong mencari tahu kehidupan mantan, mengambil jarak untuk sementara dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.

Menentukan Batas agar Proses Penyembuhan Tetap Berjalan

Menjauh tidak selalu berarti memutus hubungan secara kasar. Seseorang dapat mengurangi intensitas komunikasi, menolak undangan tertentu, atau berhenti membicarakan kehidupan mantan dengan keluarganya.

Jika keluarga mantan bertanya mengenai alasan menjaga jarak, tidak perlu memberikan penjelasan panjang. Cukup sampaikan bahwa saat ini membutuhkan ruang untuk menata kehidupan setelah hubungan berakhir.

Sebaliknya, jika komunikasi tetap terasa sehat dan tidak menimbulkan harapan untuk kembali, hubungan dapat dipertahankan dengan batas yang jelas. Hindari menjadikan keluarga mantan sebagai sumber informasi tentang aktivitas mantan atau tempat untuk mencurahkan kerinduan.

Move on bukan berarti harus membenci mantan atau seluruh keluarganya. Proses tersebut lebih berkaitan dengan kemampuan menerima bahwa hubungan telah selesai dan mulai membangun kehidupan tanpa bergantung pada masa lalu.

Pada akhirnya, tidak ada aturan bahwa seseorang wajib memutus hubungan dengan keluarga mantan agar bisa move on. Yang lebih penting adalah mengenali apakah hubungan tersebut membantu menjalani kehidupan sekarang atau justru terus menarik kembali ke hubungan yang telah berakhir.

Foto profil laudya sintya bella

Menulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.

Related Post