Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Bucin alias budak cinta sering dianggap lucu.
Selalu nurut pasangan.
Selalu ada kapan pun dipanggil.
Selalu mengutamakan dia di atas segalanya.
Awalnya terlihat romantis. Tapi kalau sudah bucin berlebihan, justru bisa jadi masalah dalam hubungan.
Bucin berlebihan adalah kondisi ketika seseorang terlalu mengorbankan diri demi pasangan sampai mengabaikan kebutuhan, harga diri, bahkan prinsip hidupnya sendiri.
Cinta memang butuh kompromi. Tapi kalau semuanya kamu yang mengalah, itu bukan lagi kompromi. Itu ketimpangan.
Beberapa ciri yang perlu kamu sadari
Jika kebahagiaanmu sepenuhnya bergantung pada sikap pasangan, itu alarm merah.
Bucin berlebihan sering muncul karena
Takut kehilangan
Rasa tidak percaya diri
Trauma ditinggalkan
Attachment tidak aman
Dalam teori keterikatan yang dikembangkan oleh John Bowlby, individu dengan anxious attachment cenderung sangat takut kehilangan dan mudah menggantungkan diri pada pasangan.
Akibatnya, mereka rela melakukan apa saja demi mempertahankan hubungan.
Bucin yang tidak sehat bisa membuat
Hubungan jadi tidak seimbang
Pasangan kehilangan rasa hormat
Kamu kehilangan identitas diri
Muncul kelelahan emosional
Ironisnya, semakin kamu terlalu menempel dan mengorbankan diri, semakin besar kemungkinan pasangan merasa jenuh.
Mencintai bukan berarti kehilangan diri sendiri.
Hubungan sehat tetap memberi ruang untuk
Teman
Hobi
Karier
Pertumbuhan pribadi
Pasangan yang tepat tidak akan memintamu berhenti jadi dirimu sendiri.
Bucin itu wajar saat jatuh cinta.
Tapi cinta yang matang bukan soal siapa paling berkorban.
Melainkan bagaimana dua orang tetap utuh sebagai individu, lalu memilih berjalan bersama.