Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Di tengah hustle kerjaan yang enggak ada habisnya, muncul satu istilah yang makin relevan buat generasi produktif, yaitu quiet dating. Quiet dating adalah gaya menjalin hubungan tanpa banyak publikasi, tanpa drama, dan tanpa perlu semua orang tahu detailnya. Cocok banget buat kamu yang kerja dari pagi sampai malam, tapi tetap pengin punya kehidupan cinta yang sehat.
Quiet dating merupakan konsep berkencan yang dilakukan secara private dan low profile. Enggak ada update story tiap ketemu, enggak ada soft launching tiap minggu, apalagi oversharing isi chat.
Fokusnya sederhana
Hubungan dijalani untuk dinikmati, bukan dipamerkan.
Banyak pekerja sibuk memilih cara ini karena energi mereka sudah terkuras untuk meeting, deadline, dan target bulanan. Jadi, ketika punya waktu untuk pasangan, yang dicari adalah ketenangan, bukan validasi sosial.
Tidak selalu. Quiet dating bukan berarti disembunyikan karena malu. Bedanya, ini lebih ke pilihan sadar untuk menjaga privasi, bukan karena hubungan itu “tidak layak diketahui”.
Pasangan tetap saling mengenalkan kepada orang terdekat saat sudah waktunya. Hanya saja tidak diumbar ke publik.
Meski terdengar ideal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
Pastikan kedua pihak sepakat
Jangan sampai salah satu merasa tidak diakui
Komunikasi tetap harus terbuka
Kalau tidak dikomunikasikan dengan baik, quiet dating bisa disalahartikan sebagai kurang serius.
Kalau kamu tipe pekerja yang jadwalnya padat dan lebih menghargai kedamaian dibandingkan dengan validasi sosial, quiet dating bisa jadi opsi sehat. Hubungan tidak harus ramai untuk terasa nyata.
Kadang yang paling kuat justru yang tidak banyak diumbar.