Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Kalau mendengar kata narsistik, banyak orang langsung membayangkan sosok yang percaya diri berlebihan, haus pujian, dan suka jadi pusat perhatian.
Padahal ada tipe lain yang jauh lebih halus.
Ia tidak terlihat sombong.
Tidak terlihat dominan.
Bahkan kadang tampak rendah hati.
Inilah yang disebut covert narcissist.
Dalam psikologi, gangguan kepribadian narsistik dikenal sebagai Narcissistic Personality Disorder.
Namun, tidak semua narsistik tampil secara terang-terangan.
Covert narcissist adalah tipe narsistik yang lebih tersembunyi. Mereka tetap memiliki rasa superioritas dan kebutuhan validasi, tetapi diekspresikan secara pasif dan tidak langsung.
Karena sifatnya halus, tipe ini sering sulit dikenali.
Berikut beberapa tanda yang sering muncul
Mereka kerap memposisikan diri sebagai pihak yang paling tersakiti.
Setiap konflik seolah dunia tidak adil bagi mereka.
Tujuannya bukan mencari solusi, tapi mendapatkan simpati dan perhatian.
Sekilas tampak insecure.
Namun, sering kali itu cara untuk memancing pujian.
Kalimat seperti
“Aku memang tidak sebaik orang lain”
Diucapkan agar orang lain membantah dan memberi validasi.
Tidak marah secara langsung.
Tapi menyindir.
Mendiamkan.
Memberi perlakuan dingin tanpa penjelasan.
Perilaku ini membuat pasangan bingung dan merasa bersalah tanpa tahu kesalahannya.
Meski terlihat lembut, mereka sulit menerima kritik.
Kritik kecil bisa dianggap serangan besar.
Reaksinya bisa berupa menarik diri, menyalahkan balik, atau bermain peran sebagai korban.
Mereka mungkin tidak pamer terang-terangan.
Tapi tetap butuh pengakuan dan perhatian secara konsisten.
Jika tidak mendapatkannya, mereka bisa merasa diabaikan atau marah diam-diam.
Karena tidak tampil dominan seperti narsistik pada umumnya.
Mereka bisa terlihat introvert, sensitif, bahkan religius atau bijak.
Namun, dalam hubungan jangka panjang, pola manipulatif dan kebutuhan validasi berlebihan mulai terasa.
Pasangan sering merasa lelah secara emosional tanpa tahu penyebabnya.
Berada dalam hubungan dengan covert narcissist bisa membuat seseorang
Meragukan diri sendiri
Merasa selalu bersalah
Kehilangan kepercayaan diri
Mengalami tekanan emosional berkepanjangan
Karena manipulasi dilakukan secara halus, efeknya sering tidak langsung disadari.
Memahami covert narcissist bukan untuk langsung memberi label pada seseorang.
Tapi agar kita lebih peka terhadap pola hubungan yang tidak sehat.
Karena cinta yang sehat tidak membuatmu terus merasa kecil, bersalah, atau bingung dengan dirimu sendiri.
Hubungan yang baik memberi ruang tumbuh, bukan perlahan menggerus harga diri.