Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Kata brondong sering banget muncul di tongkrongan, komentar media sosial, sampai obrolan santai soal percintaan beda usia. Biasanya merujuk pada cowok yang usianya lebih muda dari pasangannya, terutama ketika si perempuan lebih dewasa.
Tapi sebenarnya, istilah brondong itu datang dari mana?
Secara bahasa, kata brondong dalam bahasa Jawa merujuk pada jagung muda yang dipanaskan sampai meletup. Dari situlah muncul asosiasi dengan sesuatu yang masih muda, segar, dan meletup-letup. Lama-kelamaan, istilah ini dipakai secara metaforis untuk menggambarkan pria yang lebih muda, energik, dan penuh semangat.
Maknanya kemudian bergeser dari sekadar deskripsi usia menjadi label dalam dinamika hubungan.
Istilah brondong makin populer ketika budaya populer mulai sering mengangkat kisah perempuan yang menjalin hubungan dengan pria lebih muda. Media sosial ikut memperluas penggunaannya, bahkan kadang bernuansa bercanda.
Menariknya, di luar Indonesia, konsep ini juga ada. Dalam budaya Barat dikenal istilah toyboy, meski konteksnya bisa berbeda. Namun, secara umum, keduanya menggambarkan pria yang lebih muda dalam hubungan dengan perempuan yang lebih tua.
Fenomena hubungan beda usia sendiri bukan hal baru. Bahkan dalam berbagai penelitian hubungan, termasuk yang dibahas oleh American Psychological Association, faktor usia bukan penentu utama kualitas hubungan. Komunikasi, kedewasaan emosional, dan kesamaan nilai jauh lebih menentukan.
Jadi istilahnya mungkin lokal, tapi fenomenanya universal.
Nah, ini yang lebih unik.
Brondong tua adalah istilah tidak resmi untuk pria yang usianya sebenarnya sudah matang atau bahkan lebih tua, tapi sikap, gaya, atau perilakunya masih seperti pria muda. Bisa dalam arti positif seperti energik dan playful, bisa juga dalam arti negatif seperti kurang dewasa.
Biasanya sebutan ini muncul saat seseorang terlihat lebih muda dari usianya atau memiliki semangat yang tidak mencerminkan angka di KTP.
Lucunya, dalam beberapa kasus, brondong tua justru lebih diminati karena dianggap punya kombinasi menarik. Usia matang, tapi vibe tetap fresh.
Label atau Sekadar Candaan
Pada akhirnya, brondong hanyalah istilah populer. Kadang dipakai dengan nada gemas, kadang juga jadi bahan sindiran.
Yang penting untuk diingat, hubungan tidak ditentukan oleh label. Entah dia lebih muda, lebih tua, atau disebut brondong tua, yang menentukan tetaplah kualitas hubungan itu sendiri.
Karena cinta tidak benar-benar peduli soal angka. Ia lebih peduli soal rasa, komitmen, dan kedewasaan.