Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Jatuh cinta itu bukan cuma urusan hati. Tubuh ikut sibuk. Tiba-tiba jantung berdebar lebih cepat, tangan dingin, perut seperti diisi kupu-kupu, bahkan susah fokus kerja.
Kamu mungkin mengira itu cuma perasaan. Padahal secara ilmiah, ada reaksi kimia nyata yang sedang terjadi di dalam tubuhmu.
Cinta memang terasa magis, tapi prosesnya sangat biologis.
Saat kamu melihat atau memikirkan orang yang disukai, tubuh melepaskan hormon adrenalin. Hormon ini biasanya muncul saat kita tegang atau bersemangat.
Itulah kenapa jantung terasa lebih cepat berdetak, telapak tangan berkeringat, bahkan suara bisa terdengar berbeda. Tubuh sedang merespons sensasi antusias sekaligus gugup.
Secara sederhana, tubuhmu sedang berkata bahwa ini penting.
Jatuh cinta memicu pelepasan dopamin dan serotonin, dua zat kimia yang berkaitan dengan rasa bahagia dan kepuasan.
Dopamin membuatmu merasa senang, bersemangat, bahkan euforia hanya karena chat sederhana. Serotonin bisa membuat kamu terus memikirkan dia tanpa henti.
Itulah kenapa orang yang jatuh cinta sering tersenyum sendiri, lebih berenergi, dan merasa hari terasa lebih cerah.
Namun, pada fase awal, kadar serotonin justru bisa menurun, yang membuat kamu jadi sedikit obsesif atau sulit berhenti memikirkan seseorang.
Cinta juga bisa mengganggu pola tidur. Banyak orang merasa susah tidur karena terlalu bersemangat atau terus memikirkan momen bersama si dia.
Ada juga yang nafsu makannya berubah. Bisa meningkat karena bahagia, atau justru menurun karena gugup.
Tubuh sedang menyesuaikan diri dengan kondisi emosional yang baru dan intens.
Ketika hubungan mulai stabil, tubuh memproduksi oksitosin, yang sering disebut hormon keterikatan. Hormon ini membuat kamu merasa nyaman, aman, dan lebih dekat secara emosional.
Pelukan, sentuhan, dan kebersamaan memperkuat pelepasan oksitosin. Itulah kenapa berada di dekat orang yang dicintai terasa menenangkan.
Pada akhirnya, jatuh cinta adalah kombinasi antara emosi dan biologi. Jantung yang berdebar, senyum yang tak tertahan, hingga rasa hangat saat digenggam, semua itu bukan kebetulan.
Tubuhmu memang dirancang untuk merasakan cinta.
Dan ketika itu terjadi, seluruh sistem di dalam dirimu ikut merayakannya.