Ambar Arum Putri Hapsari
mahasiswa Universitas STEKOM, BERITA CINTAMenulis di Beritacinta, saya berbagi cerita, tips, dan inspirasi seputar cinta dan hubungan. Semoga tulisan-tulisan di sini bisa menemani dan memberi warna di perjalanan cinta kamu.
Dia tidak menghilang.
Tapi juga tidak benar-benar mendekat.
Chat kadang intens.
Kadang dingin.
Kadang manis.
Kadang seperti orang asing.
Kalau kamu berada di situasi seperti ini, bisa jadi kamu sedang mengalami benching dalam hubungan.
Istilah benching berasal dari dunia olahraga.
Pemain cadangan duduk di bangku menunggu giliran bermain.
Dalam hubungan, benching berarti kamu disimpan sebagai cadangan.
Tidak dilepas.
Tidak diprioritaskan.
Tapi tetap dipertahankan sebagai opsi.
Kenapa Seseorang Melakukan Benching?
Ingin punya pilihan.
Takut sendirian.
Belum yakin denganmu, tapi tidak mau kehilangan perhatianmu.
Masih mencari yang dianggap lebih baik.
Benching biasanya terjadi saat seseorang belum siap berkomitmen, tapi juga tidak mau benar-benar kehilangan kamu.
Beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan
Hanya menghubungi saat bosan
Tidak pernah membahas masa depan
Tidak memperjelas status hubungan
Responsnya naik turun tanpa alasan
Tidak mengenalkan kamu ke lingkungannya
Kamu merasa dekat, tapi tidak pernah benar-benar dipilih.
Benching bisa menguras energi emosional.
Kamu terus berharap.
Terus menunggu kejelasan.
Terus bertanya-tanya posisimu sebenarnya apa.
Lama-lama rasa percaya diri bisa ikut terkikis.
Karena kamu merasa tidak cukup untuk dijadikan prioritas.
Jangan hanya membaca sinyal. Tanyakan langsung.
Apa arah hubungan ini
Apa kamu benar benar dipilih
Atau hanya dijadikan cadangan
Kalau jawabannya tidak jelas, itu sudah jadi jawaban.
Hubungan sehat tidak membuatmu duduk di bangku cadangan tanpa kepastian.
Kamu pantas menjadi pilihan utama, bukan opsi sementara.
Karena cinta yang matang tidak menggantung.
Ia memilih dengan jelas.